Mutiara Pagi: Ketika Dhuha Menyibak Gelap. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)
nataragung.id - Pemanggilan - Jangan kau tuduh Tuhan lalai
hanya karena doamu belum mengetuk pintu kenyataan.
Boleh jadi,
yang kau sebut terlambat
adalah tangan-Nya yang sedang menuntunmu
melewati jalan yang belum kau mengerti.
Malam memang pandai
menipu mata orang yang gelisah;
ia membuat gelap tampak seperti akhir,
padahal di balik ufuk
fajar sedang diam-diam dilahirkan.
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ
Tuhanmu tidak meninggalkanmu,
dan Dia tidak membencimu.
Maka jika hari ini langitmu masih kelam,
jangan berhenti mengetuk langit dengan doa.
Sebab dalam perjalanan menuju Allah,
kadang gelap bukan hukuman,
melainkan ruang sunyi
tempat hati belajar melihat
tanpa mata.
Dan kelak, ketika dhuha terbit,
kau akan menangis bukan karena
jawaban itu datang terlambat, tetapi karena baru kau sadari:
Allah tidak pernah terlambat.
Kitalah yang terlalu tergesa
memahami takdir-Nya. (*/250).
WaAllahu A'lam
_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar