Mutiara Pagi: Berfikir Sejenak. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)
nataragung.id - Pemanggilan - “Lalu, dengan apa kita akan memperbaiki zaman?”
Imam Malik bin Anas rahimahullah berkata:
لَنْ يَصْلُحَ آخِرُ هَذِهِ الأُمَّةِ إِلاَّ بِمَا صَلَحَ بِهِ أَوَّلُهَا
“Tidak akan menjadi baik generasi akhir umat ini, kecuali dengan apa yang telah membuat baik generasi awalnya.”
Kalimat ini singkat, tetapi dalam maknanya.
Generasi pertama umat ini tidak menjadi mulia karena banyaknya harta, tingginya jabatan, kecanggihan teknologi, atau kemajuan dunia.
Mereka menjadi baik karena iman yang kokoh, tauhid yang murni, ilmu yang benar, ibadah yang ikhlas, akhlak yang mulia, dan ketundukan kepada Allah.
Mereka mengenal Allah sebelum mengejar dunia.
Mereka memperbaiki hati sebelum memperbaiki keadaan.
Mereka menghidupkan Al-Qur’an sebelum berbicara tentang perubahan.
Mereka mendidik diri dan keluarga sebelum menuntut orang lain.
Hari ini kita sering mencari solusi ke mana-mana.
Kita ingin masyarakat berubah, tetapi lupa memperbaiki diri.
Kita ingin anak-anak menjadi saleh, tetapi lupa menjadi teladan.
Kita mengeluhkan rusaknya zaman, tetapi jarang bertanya:
“Sudahkah aku memperbaiki hubunganku dengan Allah?”
Barangkali yang kita perlukan bukan sesuatu yang baru.
Kita hanya perlu kembali kepada sesuatu yang dahulu telah menjadikan mereka mulia.
Kembali kepada tauhid.
Kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
Kembali kepada ilmu.
Kembali kepada shalat.
Kembali kepada keikhlasan.
Kembali kepada akhlak.
Kembali kepada hati yang takut kepada Allah dan rindu kepada akhirat.
Sebab umat tidak akan bangkit hanya dengan mengganti slogan.
Umat akan bangkit ketika manusia di dalamnya kembali memperbaiki iman.
Maka sebelum bertanya,
“Mengapa zaman ini semakin rusak?”
Mari bertanya kepada diri sendiri:
“Apa yang sudah rusak dalam diriku yang belum aku perbaiki?”
Karena perubahan besar selalu bermula dari tempat yang paling dekat:
dari hati,
dari diri,
dari rumah,
kemudian menjalar kepada masyarakat.
Dan mungkin, itulah rahasia sebuah umat kembali mulia:
Bukan mencari jalan baru menuju Allah,
tetapi kembali menapaki jalan yang dahulu telah ditempuh oleh orang-orang saleh.
اللهم أصلح قلوبنا وأعمالنا وأحوالنا
Ya Allah, perbaikilah hati kami, amal kami, dan keadaan kami.
Sebab zaman tidak akan berubah menjadi lebih baik,
jika manusia di dalamnya tidak mau menjadi lebih baik. (*/245).
WaAllahu A'lam
_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar