Mutiara Pagi: Hidup Terlalu Singkat Untuk Memaksakan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)
nataragung.id - Pemanggilan - Tidak semua orang harus menyukai kita. Ada yang tetap memandang kita dengan prasangka, meski kita telah berusaha berbuat baik. Biarkan. Kita tidak harus menghabiskan seluruh usia untuk menjelaskan diri kepada setiap orang. Sebab, tidak semua hati ingin memahami, dan tidak semua pikiran bersedia menerima penjelasan.
Ada yang memilih pergi, lepaskan. Tidak semua yang datang ditakdirkan untuk menetap. Sebagian hadir untuk menemani perjalanan, sebagian lagi sekadar mengajarkan arti kehilangan. Jangan habiskan tenaga untuk menahan seseorang yang hatinya sudah ingin melangkah pergi.
Ada yang salah paham, tenangkan hati. Jika perlu, jelaskan dengan baik. Namun, ketika penjelasan tak lagi didengar, belajarlah berhenti. Tidak semua kesalahpahaman harus berakhir dengan pembenaran, dan tidak semua tuduhan harus dijawab dengan perdebatan.
Hidup ini terlalu singkat untuk mengejar yang menjauh, terlalu berharga untuk memaksa yang menolak, dan terlalu indah untuk dihabiskan dalam pertengkaran yang tak berkesudahan.
Rawatlah hati, jaga ketenangan, dan teruslah berbuat baik. Bukan karena semua orang akan menghargai kita, melainkan karena kebaikan adalah cerminan siapa diri kita, bukan ukuran bagaimana orang lain memperlakukan kita.
Pada akhirnya, kedewasaan bukan tentang memenangkan setiap perdebatan, melainkan tentang mengetahui kapan harus menjelaskan, kapan harus bertahan, dan kapan harus mengikhlaskan.
Sebab, tidak semua yang hilang adalah kerugian. Tidak semua yang menjauh adalah kehilangan. Dan tidak semua yang tidak memahami kita harus kita paksa untuk mengerti.
Berjalanlah dengan tenang. Perbaiki diri tanpa henti. Serahkan yang tak mampu kita kendalikan kepada Allah.
Biarlah manusia dengan prasangkanya, biarlah waktu dengan jawabannya, dan biarlah takdir membawa setiap orang ke jalan yang telah dipilihnya.
Kita punya kehidupan yang harus dijalani, hati yang perlu dijaga, dan akhirat yang harus dipersiapkan.
Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar manusia, hingga lupa mendekat kepada Allah.
Sebab, ketenangan bukan ketika semua orang menyukai kita, melainkan ketika kita tidak lagi kehilangan kedamaian hanya karena ada yang tidak menyukai kita. (*/273).
WaAllahu A'lam
_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar