Mutiara Pagi: Membaca Dengan Nama Tuhan. Tadabbur Surah Al-'Alaq : ayat 1–5. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

MUTIARA PAGI • 18 Oct 2026 01:19 • Admin NA • 19 kali dibaca
Mutiara Pagi: Membaca Dengan Nama Tuhan. Tadabbur Surah Al-'Alaq : ayat 1–5. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

nataragung.id - Pemanggilan - Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dimulai dengan satu kata yang sederhana, tetapi mengandung makna yang begitu dalam: Iqra’ — bacalah!

Namun, Allah tidak sekadar memerintahkan kita membaca. Ada pesan penting yang menyertainya: Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.

Artinya, membaca, belajar, mengkaji, dan meneliti semestinya tidak membuat kita semakin jauh dari Allah. Justru melalui ilmu, kita seharusnya semakin mengenal kebesaran-Nya, menyadari keterbatasan diri, dan memahami betapa luasnya rahasia ciptaan-Nya.

Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Rabb, Tuhan yang menciptakan sekaligus memelihara seluruh kehidupan. Kesadaran inilah yang seharusnya menyertai setiap langkah manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita boleh menjelajahi luasnya alam semesta, membongkar rahasia kehidupan, dan menciptakan berbagai kemajuan. Namun, jangan sampai semua itu membuat kita lupa kepada Dia yang menciptakan alam semesta dan menganugerahkan akal kepada manusia.

Ilmu tanpa kesadaran akan Tuhan bisa kehilangan arah. Kemajuan tanpa nilai-nilai ketuhanan dapat melahirkan kesombongan, bahkan membawa kerusakan. Kita tidak ingin menyaksikan peradaban yang maju secara teknologi, tetapi miskin kasih sayang; manusia yang cerdas pikirannya, tetapi gelap hatinya; atau prestasi yang gemilang, tetapi tidak melahirkan kebaikan bagi sesama.

Sebab, ilmu bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita ketahui, melainkan juga tentang ke mana pengetahuan itu membawa kita.

Melalui ayat-ayat ini, Allah mengingatkan bahwa Dia-lah yang mengajarkan manusia dengan perantaraan pena. Dia pula yang mengajarkan apa yang sebelumnya tidak diketahui. Betapa banyak hal yang kini kita pahami, padahal dahulu sama sekali tidak kita mengerti. Betapa banyak rahasia kehidupan yang perlahan tersingkap, sementara masih begitu luas pengetahuan yang belum mampu kita jangkau.

Maka, semakin tinggi ilmu seseorang, semestinya semakin besar pula kerendahan hatinya. Sebab, di balik setiap pengetahuan yang berhasil diraih, selalu ada kebesaran Allah yang tidak terhingga.

Sebab, pada akhirnya, keberhasilan hidup bukan semata-mata tentang seberapa jauh kita melangkah, seberapa tinggi kita mencapai sesuatu, atau seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan. Lebih dari itu, keberhasilan adalah ketika ilmu membawa kita semakin dekat kepada Allah, kehidupan kita semakin bermanfaat, dan langkah kita semakin terarah menuju kebahagiaan yang hakiki.

Bacalah dengan nama Tuhanmu. Belajarlah dengan kesadaran bahwa Allah selalu menjadi sumber segala pengetahuan. Dan majulah dalam kehidupan tanpa pernah kehilangan arah untuk kembali kepada-Nya. (*/269).
WaAllahu A'lam
_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair 
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

9 + 9 = ?
Berita Terkait