Rasulullah Rahmat Bagi Alam Semesta. Ratusan Jamaah Khusyuk Ikuti Maulud Arbain di Masjid Al-Istiqomah Mandah
nataragung.id - Natar - Ratusan jamaah memadati Masjid Al-Istiqomah Desa Mandah, Kecamatan Natar, Lampung Selatan dalam rangkaian Maulud Arbain, Selasa malam Rabu (15/9/2026) Ba'da Shalat Isya.
Acara yang berlangsung khusyuk itu diawali dengan pembacaan Kitab Maulid Addiya' Ulami' yang menceritakan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pembacaan dipimpin oleh Majelis Maulud Arbain binaan Al-Habib Ahmad Ghozali Assegaf dan Al-Habib Ahmad Zaky Assegaf dari Pondok Pesantren Daarul Ma'arif.
Tampak hadir sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama, di antaranya Rahmatullah Amin bergelar Tuan Bandar Penyimbang, Muhammad Basri gelar Suttan Jaya Ratu, Zaini Hasan gelar Suttan Bandar. Kemudian dari unsur agama hadir Ustadz H. Muhamad Ridwan, Ustadz Fahruddin, Ustadz H. Imam Bukhori serta puluhan tokoh adat dan tokoh agama lainnya.

Sebelum tausiyah, suasana semakin semarak dengan lantunan shalawat dari Group Hadroh Pondok Pesantren Daarul Ma'arif yang dikoordinir oleh Al-Habib Ali Muhdor Syahab.
Titik tekan acara malam itu disampaikan oleh Al-Habib Ahmad Ghozali Assegaf, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ma'arif Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar.
Dalam tausiyahnya, Habib Ghozali mengajak jamaah meneladani akhlak Rasulullah sejak beliau dilahirkan hingga masa berdakwah.
"Kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa perubahan besar. Tidak hanya bagi manusia, bahkan bangsa jin yang biasa mencuri berita dari langit pun terhenti sejak kelahiran Rasulullah," ungkapnya.
Beliau menegaskan, kelahiran Rasulullah adalah wujud nyata "Rahmatallil 'aalamiin". Rahmat itu tidak hanya untuk manusia, tetapi juga untuk seluruh makhluk.

"Kebaikan Rasulullah bisa dirasakan juga oleh para binatang. Ada kisah seekor onta yang mengadu kepada Nabi karena diberi beban pekerjaan terlalu berat. Rasulullah pun memerintahkan agar onta itu diringankan bebannya. Itulah bukti kasih sayang beliau kepada semua ciptaan Allah," jelas Habib Ghozali.
Habib Ghozali juga menceritakan ketawadhuan Rasulullah saat berdakwah. "Dulu ketika beliau khutbah, posisinya sejajar dengan jamaah. Baru setelah ada sahabat yang membuatkan mimbar, posisi beliau lebih tinggi. Namun ketinggian itu tidak membuat beliau sombong," katanya.
Salah satu kisah yang mengharukan adalah tangisan pohon kurma. "Ketika Nabi sedang khutbah, beliau mendengar suara tangisan dari pohon kurma. Setelah ditanya, pohon itu menjawab, Ia menangis karena tidak lagi bisa mendampingi Rasulullah saat berkhutbah setelah ada mimbar. Bahkan benda mati pun rindu kepada Rasulullah," ujar Habib Ghozali dengan mata berkaca-kaca.

Lebih lanjut, Habib Ghozali mengingatkan bahwa dakwah Rasulullah didengar bukan hanya oleh manusia. "Ketika Nabi berdakwah, para jin pun ikut duduk mendengarkan. Namun ironisnya, saat ini banyak dari umat Nabi Muhammad yang justru menjauhi sunnah Rasul."
Beliau mengutip sabda Nabi: "Semua umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau masuk surga, yaitu orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul-Nya."
"Rasulullah adalah uswah, panutan bagi seluruh manusia. Beliau juga seorang suami yang sangat romantis terhadap istrinya. Itulah contoh rumah tangga yang diridhai Allah," pungkasnya.
Puncak Maulud Arbain Digelar 22 September di Daarul Ma'arif

Rangkaian Maulud Arbain ini akan mencapai puncaknya pada Selasa malam Rabu, 22 September 2026 di Pondok Pesantren Daarul Ma'arif, Desa Banjar Negeri.
Acara penutupan dijadwalkan akan dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama. Turut hadir pula para habaib tamu dari luar daerah: Al-Habib Ali Karror Al-Hadad dari Palembang, Al-Habib Ali Zainal Abidin Alkaff dari Garut, serta Al-Habib Ahmad Ghozali Assegaf selaku pembina Majelis Maulud Arbain.
Editor: SyahidanMh
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar