Mutiara Pagi: Mempertahankan dan Meningkatkan Rasa Syukur. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)
nataragung.id - Pemanggilan - Perhatikan firman Allah berikut ini:
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18)
Allah SWT senantiasa melimpahkan nikmat-Nya kepada kita setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun, dan setiap saat selama kita masih diberi kesempatan hidup di dunia.
Sejak kita membuka mata di pagi hari hingga kembali memejamkannya di malam hari, nikmat Allah tidak pernah berhenti membersamai kita. Nikmat kesehatan, kesempatan, keluarga, pekerjaan, rezeki, waktu, keamanan, dan begitu banyak karunia lainnya sering kali kita terima tanpa menyadari betapa besar nilainya.
Syukur bukan hanya ketika mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Syukur adalah kemampuan hati untuk menyadari bahwa setiap kebaikan yang kita terima berasal dari Allah SWT.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga memberikan teladan dalam mengungkapkan rasa syukur. Beliau melaksanakan shalat malam hingga kedua kakinya bengkak. Ketika ditanya mengapa beliau melakukan itu, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa beliau, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab:
أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا
“Tidakkah aku ingin menjadi seorang hamba yang bersyukur?” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka, semakin banyak nikmat yang Allah berikan, semestinya semakin besar pula rasa syukur kita kepada-Nya.
Nikmat Allah juga tidak selalu berbentuk materi. Kesehatan pikiran, kesehatan fisik, ketenangan jiwa, waktu luang, keluarga yang menyayangi, sahabat yang baik, lingkungan yang mendukung kebaikan, bahkan kesempatan untuk beribadah—semuanya adalah nikmat Allah SWT yang patut kita syukuri.
Bahkan terkadang, sesuatu yang pada awalnya tampak seperti penderitaan justru merupakan bentuk penjagaan, pendidikan, dan penguatan dari Allah. Karena itu, ketika menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan, bersabarlah, lalu belajarlah untuk tetap bersyukur.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Sesungguhnya semua perkaranya adalah baik. Dan hal itu tidaklah dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesulitan, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)
MANFAAT BERSYUKUR KEPADA ALLAH
1. Hati menjadi lebih bahagia dan tenang.
Orang yang bersyukur tidak mudah mengeluh dan lebih terjaga dari penyakit hati seperti kesombongan, dendam, iri hati, serta sikap yang dapat memutus silaturahmi.
2. Nikmat bertambah dan pahala berlimpah.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)
3. Iman dan kedekatan kepada Allah semakin bertambah.
Syukur membuat hati semakin mengenal Pemberi nikmat, bukan hanya menikmati nikmat-Nya.
4. Menjadi salah satu jalan menuju surga.
Syukur melahirkan ketaatan, kesabaran, kerendahan hati, dan amal saleh yang menjadi bekal seorang hamba menuju kehidupan akhirat.
PENYEBAB HILANGNYA RASA SYUKUR
Ada beberapa hal yang dapat membuat seseorang kehilangan atau berkurang rasa syukurnya:
1. Mengonsumsi atau menggunakan rezeki yang haram.
Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk memakan rezeki yang baik dan halal. (QS. Al-Baqarah: 172)
2. Terbiasa hidup nyaman hingga menganggap semua yang dimiliki sebagai sesuatu yang semestinya.
Padahal kemampuan untuk hidup, melihat, mendengar, berjalan, berpikir, dan menikmati berbagai karunia adalah nikmat yang luar biasa. (QS. An-Nahl: 78)
3. Menjadikan dunia sebagai satu-satunya orientasi kehidupan.
Ketika hati terlalu mengejar dunia, nikmat yang telah dimiliki sering terasa kecil dan tidak pernah cukup. (QS. Ali ‘Imran: 145)
4. Sombong dan merasa bahwa semua yang diperoleh semata-mata hasil usaha sendiri.
Padahal kemampuan, kesempatan, kesehatan, dan keberhasilan semuanya tidak lepas dari pertolongan Allah SWT. (QS. Al-An’am: 53)
5. Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain.
Melihat kelebihan orang lain tanpa rasa syukur dapat menumbuhkan iri hati dan membuat kita lupa terhadap begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan. (QS. An-Nisa’: 32)
AGAR HIDUP DIPENUHI RASA SYUKUR
1. Jangan terlalu sering melihat kepada orang yang berada di atas kita dalam urusan dunia.
Sebaliknya, lihatlah mereka yang keadaannya berada di bawah kita agar kita semakin menyadari betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan.
2. Perbanyak ibadah dan doa.
Mohonlah kepada Allah agar diberi hati yang mampu melihat hikmah dan kebaikan di balik setiap peristiwa.
3. Hindari angan-angan yang berlebihan dan yakinlah terhadap rezeki yang telah Allah tetapkan.
Setiap rezeki telah memiliki jalan menuju pemiliknya. Apa yang menjadi bagian kita tidak akan tertukar dengan milik orang lain.
Rasa syukur tidak cukup hanya tersimpan di dalam hati atau diucapkan dengan lisan. Syukur harus terlihat dalam kehidupan.
Kita bersyukur dengan hati dengan mengakui bahwa semua nikmat berasal dari Allah.
Kita bersyukur dengan lisan dengan memuji dan mengingat Allah.
Dan kita bersyukur dengan anggota tubuh dan harta dengan menggunakannya untuk kebaikan dan ketaatan.
Karena itu, selain melakukan sujud syukur ketika mendapatkan nikmat atau terhindar dari sesuatu yang tidak baik, mari kita wujudkan syukur dengan berbagi nikmat kepada sesama.
Jika Allah memberi kita harta, bantulah orang yang membutuhkan.
Jika Allah memberi kita ilmu, ajarkanlah kepada orang lain.
Jika Allah memberi kita waktu, gunakanlah untuk kebaikan.
Jika Allah memberi kita kesehatan, manfaatkanlah untuk beribadah dan berbuat kebajikan.
Sebab nikmat yang disyukuri akan menjadi keberkahan, sedangkan nikmat yang dibagikan akan menjadi jalan kebaikan bagi orang lain. (*/253).
WaAllahu A'lam
_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar