Mutiara Pagi: Kasih Sayang - Bahasa yang Tak Memerlukan Kata. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)
nataragung.id - Pemanggilan - Kasih sayang adalah bahasa yang tidak memerlukan huruf, tidak membutuhkan lidah, dan tidak bergantung pada suara. Ia mengalir dari hati menuju hati, menembus dinding-dinding yang tak mampu ditembus oleh kata-kata. Betapa banyak kalimat yang fasih, namun gagal menyentuh jiwa; dan betapa banyak tatapan yang hening, namun sanggup mengobati luka yang telah lama bersarang di dada.
Bayi mengenal kasih sayang sebelum ia mengenal nama ibunya. Seorang ibu memahami tangis anaknya sebelum tangis itu berubah menjadi kata. Orang tua yang renta menangkap cinta dari genggaman tangan anaknya, meskipun telinganya telah lama kehilangan kejernihan mendengar. Bahkan mereka yang bisu tetap mampu mengucapkan kasih dengan senyuman, dan mereka yang tuli tetap mampu mendengar cinta melalui kelembutan perlakuan.
Begitulah Allah menjadikan rahmat sebagai bahasa pertama kehidupan. Sebab dunia tidak ditegakkan oleh kekuatan semata, tetapi oleh hati yang saling mengasihi. Pedang mungkin mampu memaksa tubuh untuk tunduk, tetapi hanya kasih sayang yang mampu membuat hati bersedia mendekat. Kekerasan melahirkan ketakutan, sedangkan kasih sayang melahirkan kepercayaan. Ketakutan akan berakhir ketika ancaman sirna, tetapi kasih sayang akan tinggal, bahkan setelah pelakunya tiada.
Maka janganlah engkau merasa miskin hanya karena tak pandai merangkai kata-kata. Bisa jadi satu senyum yang tulus lebih fasih daripada seribu pidato. Bisa jadi satu pelukan yang hangat lebih bermakna daripada sejilid nasihat. Dan bisa jadi diam yang dipenuhi kasih lebih lantang daripada ucapan yang penuh cela.
Jika engkau ingin meninggalkan jejak yang tak lekang oleh waktu, jangan ukir namamu di atas batu, tetapi ukirlah kasih sayang di dalam hati manusia. Sebab batu akan lapuk dimakan hujan, sedangkan hati yang pernah disentuh cinta akan terus mengenangmu dalam doa, bahkan ketika tanah telah menutup jasadmu.
Karena pada akhirnya, manusia tidak akan selalu mengingat apa yang engkau ucapkan, tetapi mereka akan selalu mengingat bagaimana engkau membuat hati mereka merasa dicintai. Itulah bahasa kasih sayang: bahasa yang dipahami oleh seluruh makhluk, bahkan oleh mereka yang tak pernah mampu mengucapkan sepatah kata pun. (*/313)
WaAllahu A'lam
_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar