Mutiara Pagi: Diangkat Dengan Al-Qur'an. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

MUTIARA PAGI 22 Sep 2026 00:37 Admin NA 17 kali dibaca
Mutiara Pagi: Diangkat Dengan Al-Qur'an. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

nataragung.id - Pemanggilan - Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Kitab ini, dan merendahkan kaum yang lain dengannya.” (HR. Muslim)

Al-Qur’an tidak hanya berada di tangan kita.
Ia bisa menjadi tangga yang mengangkat, tetapi juga menjadi hujjah yang menjatuhkan.

Ada orang yang membaca Al-Qur’an, lalu hatinya menjadi lembut.
Ada yang menghafalnya, lalu lisannya terjaga.
Ada yang memahaminya, lalu kesombongannya runtuh.
Ada yang mengamalkannya, lalu hidupnya menjadi cahaya bagi orang lain.

Tetapi ada pula yang dekat dengan Al-Qur’an hanya sebatas suara.
Ayat-ayatnya dibaca, tetapi tidak mengubah akhlak.
Nasihatnya didengar, tetapi tidak mengubah langkah.
Larangan-Nya diketahui, tetapi tetap dilanggar.

Maka persoalannya bukan sekadar:
“Berapa banyak ayat yang telah kita baca?”

Tetapi tanyakan kepada diri:

“Berapa banyak ayat yang telah mengubah diri kita?”

Sebab Al-Qur’an akan menjadi kemuliaan bagi orang yang membawanya ke dalam kehidupan, bukan sekadar meletakkannya di atas lemari.

Jangan sampai kita hafal ayat tentang sabar, tetapi sedikit-sedikit marah.
Hafal ayat tentang sedekah, tetapi tangan berat memberi.
Hafal ayat tentang takwa, tetapi masih berani bermaksiat ketika tidak ada manusia yang melihat.

Al-Qur’an adalah cahaya.
Tetapi cahaya hanya menerangi jalan bagi orang yang mau berjalan.

Barang siapa mengangkat Al-Qur’an dalam hidupnya, Allah akan mengangkat derajatnya.
Dan barang siapa meninggalkan petunjuknya, ia sedang membuka pintu kehinaan bagi dirinya sendiri.

Maka jangan hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan harian.

Jadikan ia teman perjalanan, penunjuk jalan, pengingat ketika lupa, penegur ketika salah, dan cahaya ketika dunia mulai gelap.

Karena pada akhirnya, yang mengangkat kita bukan banyaknya kata yang kita ucapkan tentang Al-Qur’an, tetapi sejauh mana Al-Qur’an hidup di dalam diri kita. (*/254).
WaAllahu A'lam
_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair 
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

8 + 3 = ?
Berita Terkait