Kemarau Mulai Berdampak, Sekda Lampung Selatan Minta Kebutuhan Air Warga Diantisipasi dan Risiko Kebakaran Diwaspadai

LAMPUNG SELATAN 10 Aug 2026 07:38 Admin NA
Kemarau Mulai Berdampak, Sekda Lampung Selatan Minta Kebutuhan Air Warga Diantisipasi dan Risiko Kebakaran Diwaspadai

nataragung.id - Kalianda - Musim kemarau mulai membawa dampak yang perlu diantisipasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, terutama terkait ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan meningkatnya potensi kebakaran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, meminta seluruh jajaran perangkat daerah bergerak lebih awal menghadapi kondisi tersebut.

Arahan itu disampaikan Supriyanto dalam rapat mingguan Pemkab Lampung Selatan di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (10/8/2026).

Supriyanto menekankan, kondisi kekeringan tidak dapat diatasi setelah dampaknya meluas. Kecamatan dan perangkat daerah terkait diminta menyatukan wilayah yang mulai mengalami kesulitan memperoleh udara sekaligus menyiapkan langkah-langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain masalah udara, kewaspadaan terhadap kebakaran juga menjadi perhatian. Kondisi lahan yang semakin kering, ditambah angin yang cukup kencang, dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran, baik di kawasan terbuka maupun lingkungan organisasi dan perkantoran.

Oleh karena itu, para camat diminta memperkuat edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Salah satunya dengan menghindari pembakaran sampah secara sembarangan.

“Kalau tidak perlu dibakar, tidak perlu dibakar. Banyak sekali kasus ini, solusinya bagaimana sampah ini bisa dimanfaatkan kembali,” ujar Supriyanto.

Menurut Supriyanto, upaya antisipasi juga perlu dilakukan pada sektor pertanian. Menjaga kelembapan tanah menjadi salah satu langkah yang dapat membantu mempertahankan kondisi lahan agar tetap mendukung aktivitas pertanian selama musim kering.

Ia meminta camat bersama petugas penyuluh dan kelompok tani di wilayah masing-masing mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kondisi tanah.

“Sejujurnya kebutuhannya asal lembab saja mungkin sudah aman. Oleh karena itu bapak ibu camat semua, tolong lakukan langkah-langkahnya,” katanya.


Supriyanto juga meminta penyaluran udara oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan skala kebutuhan masyarakat.

Keterbatasan jumlah armada membuat pelayanan distribusi udara perlu diprioritaskan untuk kebutuhan yang bersifat mendesak dan menyangkut kepentingan umum. Namun pelayanan tersebut tidak dapat mengurangi kesiapsiagaan Damkar dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai unit pemadam kebakaran dan penyelamatan.

“Armada kita sangat terbatas. Upayakan dulu yang sifatnya umum. Jangan sampai ketika kita menangani kebutuhan masyarakat kekurangan udara, kebakaran nanti tidak bisa tertangani,” tegasnya.

Oleh karena itu, Supriyanto memastikan jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tetap dalam kondisi siaga untuk merespons apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

“Damkar harus posisi standby untuk mengantisipasi kebakaran,” tutupnya.

Melalui rapat mingguan tersebut, Pemkab Lampung Selatan menekankan pentingnya langkah antisipatif menghadapi dampak musim kemarau. Seluruh jajaran yang diminta bergerak sesuai kewenangan masing-masing agar kebutuhan masyarakat, khususnya air bersih, dapat ditangani tanpa mengkhawatirkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran. (mara-kmf)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

2 + 7 = ?
Berita Terkait