Wakil Ketua DPRD Pesawaran M. Nasir: Pemuda Harus Jadi Subyek, Bukan Penonton Menuju Indonesia Emas 2045
nataragung.id - Pesawaran - Generasi muda disebut sebagai kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Hal itu ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran, M. Nasir, S.I.Kom, MM., dalam Diskusi Publik "Ruang Pemuda Pesawaran: Pesawaran Berdiskusi, Saatnya Pemuda Peduli" yang digelar Rembuk Pemuda Lampung di Namu In Cafe, Sabtu (12/9/2026).
Menurut M. Nasir, 2045 bukan lagi cita-cita jauh. Tinggal 19 tahun lagi, dan yang akan menjadi pemimpin, pengusaha, dan penggerak daerah saat itu adalah pemuda hari ini.
“Indonesia Emas 2045 itu bukan milik pemerintah saja. Itu milik pemuda. Kalau hari ini pemuda hanya jadi penonton, maka 20 tahun ke depan kita hanya akan menerima hasil dari orang lain. Pemuda Pesawaran harus naik kelas, dari sekadar kritik menjadi subjek pembangunan yang punya gagasan dan solusi,” tegas M. Nasir.

Ia menekankan 3 peran utama pemuda dalam menyongsong 2045 yaitu : Inovator, menciptakan lapangan kerja baru melalui ekonomi kreatif, pariwisata, dan pertanian berbasis teknologi. Kemudian Kolaborator, yaitu mampu duduk bersama lintas sektor, organisasi, dan pemerintah untuk merumuskan program nyata dan yang ketiga adalah: Karakter dimana pemuda harus memiliki integritas, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah agar tidak mudah tergerus tantangan zaman.
“Pemuda jangan menunggu jadi pejabat dulu baru membangun. Buat usaha, bangun komunitas, ciptakan karya, perkenalkan Pesawaran lewat kreativitas. Itu juga pembangunan. Dari desa, kita bisa ikut menentukan arah Indonesia Emas,” lanjutnya.

Senada dengan DPRD, Wakil Bupati Pesawaran yang hadir dalam diskusi ini juga mendorong pemuda untuk mengambil peran utama.
“Anak-anak muda Pesawaran harus menjadi pemain dalam pembangunan Pesawaran, bukan hanya menjadi penonton. Pemuda harus menjadi subjek pembangunan yang memiliki gagasan, kreativitas, dan keberanian untuk mengambil peran dalam memajukan daerah,” ujarnya.
Wabup mengajak pemuda melihat potensi daerah sebagai peluang. Mulai dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pertanian.
“Pemuda jangan hanya sibuk mencari pekerjaan, tetapi harus mampu menciptakan peluang. Banyak potensi yang dimiliki Pesawaran yang dapat dikembangkan menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian pemuda,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya karakter. “Untuk menjadi maju, seorang pemuda harus memiliki integritas yang tinggi, tanggung jawab, kejujuran, serta semangat pantang menyerah,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran, lanjut Wabup, berkomitmen membuka ruang kolaborasi. “Pemuda Pesawaran harus menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun Pesawaran. Kritik tentu diperlukan sebagai bentuk kepedulian, tetapi kritik harus disertai dengan masukan dan solusi agar dapat menjadi energi positif bagi kemajuan daerah,” tambahnya.
Hadir sebagai narasumber, Ketua TP PKK Pesawaran Cindy Aria menyampaikan bahwa pembangunan tidak bisa dipisahkan dari peran perempuan dan pemuda.
“Pemuda bukan hanya penerima masa depan, tetapi pemilik masa depan daerah. Karena itu, penting bagi kita untuk mendengar cerita, gagasan, dan harapan anak muda dalam membangun daerah,” ujar Cindy.
Ia menegaskan peran perempuan dimulai dari keluarga. “Ketika kita berbicara tentang perempuan, sebenarnya kita sedang berbicara tentang masa depan keluarga dan generasi berikutnya. Dari keluarga yang kuat, akan lahir generasi yang memiliki karakter dan kepedulian,” ungkapnya.
Cindy berpesan agar pemuda tidak takut bermimpi besar. “Membangun daerah tidak harus menunggu menjadi pejabat. Daerah ini bukan milik satu kelompok, tetapi milik kita semua. Perempuan berdaya, pemuda bergerak, keluarga kuat, dan daerah maju dapat dimulai dari langkah kecil yang kita lakukan hari ini,” pungkasnya.

Diskusi ini diinisiasi Rembuk Pemuda Lampung, gerakan kolaboratif pemuda Indonesia yang berkomitmen mempercepat pergerakan generasi muda untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Koordinator Wilayah Rembuk Pemuda Lampung Alvin Rahmat Dani menyebut forum ini sebagai ruang bertukar gagasan dan merumuskan langkah strategis pemuda Pesawaran.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Pesawaran sekaligus Ketua PD TIDAR Provinsi Lampung Muhammad Rinaldi Alzier, BA., MBA, Ketua KAHMI Pesawaran Dedi Satria, S.H., Tokoh Pemuda Pesawaran Alfan Rois, serta para ketua organisasi kepemudaan.
Melalui forum ini diharapkan lahir kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan generasi muda untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pesawaran yang lebih maju, inovatif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Diah)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar