Tokoh Adat Marga Unyi Gunung Sugih, Sampaikan Himbauan Jelang HUT Ke-81 RI, Pemerintah, Unsur Masyarakat dan Media Juornalis harus Mampu Kedepankan Kondusifitas di Tengah Masyarakat
nataragung.id - Lampung Tengah - Menjelang Peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 serta adanya kejadian di Anak Tuha beberapa hari lalu, Bustami, S.sos, MM, selaku masyarakat adat Unyi Gunung Sugih, sekaligus tokoh senior penggerak sosial dan budaya serta dikenal sebagai sesepuh yang sering memberikan pandangan pemikiran demi peningkatan kemajuan suatu daerah dalam perspektif otonomi daerah serta tokoh yang peduli terhadap jalannya tata kelola pemerintah daerah yang bersih, berwibawa dan bermartabat, menyampaikan himbauan penting kepada seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah pada Kamis (13/8/2026)
Berbicara di kediamannya di Gunung Sugih, ia mengajak semua pihak untuk untuk saling menahan diri, menjaga ketertiban, dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu stabilitas kenyamanan dan ketertiban serta kelancaran jalannya roda pemerintahan dalam bentuk reformasi birokrasi untuk menciptakan pelayanan publik yang prima.
Menurutnya apa lagi pemerintah daerah kabupaten Lampung Tengah, saat ini dalam kondisi masih memerlukan evaluasi, guna efisiensi untuk menata ulang tentang tata kelola keuangan daerah, dengan mengimbangi beberapa regulasi yang di keluarkan oleh pemerintah pusat, sehingga membuat pemerintah daerah kabupaten Lampung Tengah terlihat menjadi miskin.
Menurutnya himbauan ini disampaikan bukan tidak ada alasan, dan pandangan ini murni melalui kajian secara konprehenship dari berbagai sudut pandang, dengan adanya dinamika sosial yang terjadi di tengah masyarakat baik dalam lingkungan internal Pemkab Lamteng maupun ditengah-tengah masyarakat yang terlihat eskalasinya tampak agak meningkat.
Menurut Bustami, seharusnya pemerintah wajib tegas dan lugas dengan segala bentuk kajian melalui regulasi yang ada, sehingga kebijakan dapat di terima oleh semua lapisan masyarakat serta internal pemerintah itu sendiri.
"Saya melihat ada gejala perbedaan pandangan di tengah masyarakat kita. Itu hak setiap warga. Namun mari kita kedepankan sikap profesional apa tugas pemerintah, apa tugas lembaga kontrol organisasi massa, apa tugas media journalis untuk menjaga nilai nilai budaya demi menjaga kondusifnya pemerintah daerah dan masyarakat sehingga bisa seiring untuk membangun Lampung Tengah ke depan, guna menuju Indonesia emas 2045," ujar Bustami
Selain itu, ia juga menghimbau kepada tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ormas, maupun warga pada umumnya, apabila memiliki kritik, saran, atau pengaduan terhadap kinerja pemerintah, hendaknya disampaikan melalui saluran resmi yang tersedia, baik melalui mekanisme pengaduan resmi, dialog konstruktif, maupun melalui wakil rakyat di DPRD, bukan dengan cara-cara yang berpotensi memicu keributan atau menghambat pelayanan publik.
"Kita semua punya tanggung-jawab menjaga Lampung Tengah tetap kondusif. Biarkan Pemkab bekerja melayani masyarakat dengan tenang. Jika ada kekurangan, ingatkan dengan cara yang baik dan konstruktif. Tujuan kita sama: bagai mana pemerintah daerah itu tetap berwibawa selaku pembuat regulasi bersama DPRD untuk kepentingan masyarakat sehingga masyarakat merasakan adil makmur dan sejahtera serta aman sentosa," tutup Bustami. (SMh)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar