Pemprov Lampung Perkuat Benteng Toleransi Generasi Muda Lewat Film Ageman

PEMPROV LAMPUNG • 28 Oct 2026 10:22 • H. Syahidan Mh., S.Ag • 8 kali dibaca

Bandar Lampung --- Ancaman radikalisme kini bertransformasi menyasar ruang digital, menargetkan anak-anak dan remaja melalui platform game online serta komunitas kejahatan virtual. 

 

Merespon fenomena ini, Pemerintah Provinsi Lampung bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI mengambil langkah preventif inovatif dengan meluncurkan film edukasi bertajuk "Ageman", guna memperkuat benteng toleransi dan harmonisasi di kalangan generasi muda. 

 

Peluncuran tersebut dikemas dalam acara Gala Premiere Film "Ageman" dan Pelatihan Digital Peace Creator yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung di Balai Keratun Lantai III, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu (28/10/2026). 

 

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam sambutannya menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan kedamaian adalah syarat mutlak bagi kemajuan sebuah peradaban. 

 

Ia menyoroti bahwa Lampung yang kerap dijuluki "Indonesia Mini" memiliki resistensi alami terhadap perpecahan berkat falsafah hidup masyarakatnya, seperti Piil Pesenggiri, Nengah Nyappur, Nemui Nyimah, dan Sakai Sambayan. 

 

"Film Ageman bukan sekadar tontonan biasa, melainkan sarana krusial untuk mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman. Kata 'Ageman' bermakna pakaian atau pegangan hidup. Ini mengingatkan kita bahwa nilai agama harus menuntun manusia pada kasih sayang (mahabbah). Toleransi di Lampung kini telah berevolusi menjadi harmonisasi, ibarat grup musik yang berbeda alat namun menghasilkan melodi yang indah," tegas Gubernur. 

 

Gubernur menaruh harapan besar kepada para pelajar yang hadir agar menjadi kreator konten cerdas yang menggunakan teknologi untuk merajut persatuan, bukan memperlebar perpecahan. 

 

Sementara itu, Kepala BNPT RI, Komjen. Pol. Eddy Hartono, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi kepada Gubernur Lampung dan jajaran atas komitmen nyatanya. Namun, ia juga membongkar fakta memprihatinkan terkait modus baru perekrutan teroris. 

 

"Saat ini tercatat 782 anak dari 18 provinsi terpapar paham radikal. Jaringan teroris kini menyusup melalui platform game online seperti Roblox, membaur via fitur voice chat, lalu merekrut anak-anak ke grup tertutup. Doktrin anti-pemerintah ditanamkan hingga puncaknya terdapat anak-anak yang bersiap menjadi martir. Intervensi terpadu yang dilakukan Pemprov Lampung hari ini adalah langkah brilian yang patut dicontoh secara nasional," ungkap Kepala BNPT RI. 

 

Kewaspadaan ini turut dipertegas oleh Ketua FKPT Provinsi Lampung, Drs. M. Firsada, M.Si. Ia memaparkan bahwa Indeks Potensi Radikalisme di Lampung pada tahun 2025 berada di angka 12,4. Kelompok radikal kerap memanfaatkan kebaikan masyarakat Lampung (Taqiyah) untuk bermukim secara terselubung. 

 

Lebih lanjut, M. Firsada mengungkapkan temuan masuknya ideologi True Crime Community (BCC) yang sempat memapar sekitar 30 remaja di Lampung. 

 

"Melalui sinergi bersama Densus 88, sebanyak 25 anak berlatar belakang broken home dan broken heart telah berhasil direhabilitasi dan diarahkan ke pondok pesantren dengan dukungan Baznas. Film ini adalah wujud nyata Rencana Aksi Nasional Pencegahan Ekstremisme (RAN PE)," jelasnya. 

 

Film "Ageman" sendiri merupakan karya sineas lokal di bawah arahan Sutradara Jasper Lance dari BLB Film Production. Film ini mengisahkan perjalanan spiritual seorang pemuda dari keluarga intoleran yang akhirnya menemukan keindahan dalam perbedaan setelah bertemu dengan enam tokoh lintas agama. 

 

"Syuting yang awalnya direncanakan 5 hari, dengan keajaiban dan kerja keras seluruh kru serta dukungan penuh dari Bapak Gubernur dan Kesbangpol, dapat diselesaikan dalam 19 hari. Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sineas lokal Lampung untuk menyampaikan pesan edukasi sekrusial ini," ujar Jasper Lance. 

 

Acara peluncuran ditutup dengan penyerahan sertifikat dan plakat penghargaan dari Kepala BNPT RI kepada Gubernur Lampung, Ketua FKPT Lampung, serta Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, yang turut memberikan penampilan spesial (special appearance) sebagai kepala sekolah dalam film edukasi tersebut, beserta para aktor remaja pemeran utama. (Pemerintah Provinsi Lampung).

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

7 + 6 = ?
Berita Terkait