Pemprov Lampung Dorong Pemuda Berembuk, Beraksi, dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045

BANDAR LAMPUNG 22 Aug 2026 21:19 Admin NA

nataragung.id, Bandar Lampung -- Pemerintah Provinsi Lampung mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, tetapi tampil sebagai motor penggerak perubahan melalui gagasan, aksi nyata, inovasi, dan kontribusi bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, M. Yuliardi, S.STP., M.Si., saat mewakili Wakil Gubernur Lampung pada Deklarasi Rembuk Pemuda Lampung dengan tema “Berembuk, Beraksi, Berdampak: Pemuda Lampung Motor Penggerak Menuju Indonesia Emas 2045”, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, M. Yuliardi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rembuk Pemuda Lampung. Menurutnya, rembuk pemuda bukan sekadar ruang untuk berkumpul dan berbicara, melainkan wadah untuk bertukar gagasan, menyatukan perspektif, serta merumuskan langkah nyata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Berembuk untuk melahirkan gagasan, beraksi untuk mewujudkan gagasan, dan berdampak untuk menghadirkan perubahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa, terlebih Indonesia saat ini tengah berada dalam momentum bonus demografi.
Bonus demografi, menurutnya, tidak otomatis menjadi bonus pembangunan. Kondisi tersebut hanya akan menjadi kekuatan apabila generasi muda memiliki pendidikan, keterampilan, kesehatan, karakter, produktivitas, serta daya saing yang kuat.
“Ketika Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045, anak-anak muda yang hari ini berada di ruangan ini akan menjadi pemimpin di berbagai bidang. Karena itu, jangan hanya menjadi penonton Indonesia Emas 2045. Jadilah bagian dari generasi yang menggerakkannya,” tegasnya.
Lebih lanjut, M. Yuliardi menyebut perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Kehadiran Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan sehingga pemuda Lampung dituntut tidak sekadar menjadi pengguna teknologi.
“Generasi muda Lampung tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Kita harus menjadi generasi yang mampu memahami, memanfaatkan, mengembangkan, bahkan menciptakan teknologi,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar perkembangan teknologi tidak membuat generasi muda kehilangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, karakter, dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Jangan sampai kita menjadi generasi yang pintar menggunakan AI, tetapi kehilangan kemampuan berpikir. Jangan sampai semua pertanyaan kita serahkan kepada AI. Jangan sampai kreativitas kita digantikan oleh teknologi. Dan jangan sampai teknologi membuat kita kehilangan akhlak dan kemanusiaan,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong pemuda untuk membangun sedikitnya lima kekuatan utama sebagai bekal menghadapi masa depan.
Pertama, digital dan AI literacy, yakni kemampuan menguasai teknologi secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab. Pemuda didorong tidak hanya menjadi konsumen aplikasi, tetapi mampu menciptakan teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Kedua, critical thinking atau kemampuan berpikir kritis. Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, pemuda harus mampu membedakan fakta, opini, hoaks, dan manipulasi informasi. Sikap kritis, kata dia, bukan untuk mencari musuh, melainkan menemukan solusi.
Ketiga, kreativitas dan inovasi. Lampung memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dan sosial. Karena itu, kreativitas pemuda diperlukan agar potensi yang dimiliki daerah tidak berhenti sebagai kebanggaan, tetapi mampu diolah menjadi inovasi dan karya nyata.
Keempat, communication and collaboration. Menurutnya, generasi muda memiliki energi, keberanian, kreativitas, dan penguasaan teknologi, sementara generasi yang lebih senior memiliki pengalaman, kebijaksanaan, dan pengetahuan. Keduanya harus saling melengkapi melalui kolaborasi antargenerasi.
Kelima, character and integrity. Pemuda Lampung diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak, kejujuran, integritas, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap bangsa dan daerah.
“Indonesia Emas tidak cukup hanya membutuhkan manusia yang pintar. Indonesia membutuhkan manusia yang jujur, berintegritas, peduli, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa,” ujarnya.
M. Yuliardi menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung memiliki cita-cita besar untuk membawa Lampung semakin maju. Namun, cita-cita tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk keberanian generasi muda dalam melihat berbagai persoalan sebagai peluang untuk menghadirkan solusi.
Karena itu, ia berharap Rembuk Pemuda Lampung tidak berhenti sebagai forum diskusi dan deklarasi, tetapi dilanjutkan dengan aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat.
“Saya percaya, Lampung memiliki anak-anak muda yang luar biasa. Jangan takut bermimpi besar. Jangan pernah kehilangan karakter dan jati diri sebagai anak bangsa,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh pemuda Lampung untuk terus berpikir kritis, berkarya secara kreatif, serta menjunjung tinggi karakter dan integritas.
“Jadilah pemuda Lampung yang kritis dalam berpikir, kreatif dalam berkarya, dan berkarakter dalam bertindak. Mari kita buktikan bahwa pemuda Lampung bukan hanya memiliki potensi, tetapi juga memiliki prestasi, inovasi, dan kontribusi,” pungkasnya.
Deklarasi Rembuk Pemuda Lampung diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antarpemuda, pemerintah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya dalam melahirkan gagasan dan gerakan yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan Lampung sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

7 + 8 = ?
Berita Terkait