Pelatihan Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya Guna Menyiapkan Agen Perubahan Masa Depan

BANDAR LAMPUNG • 30 Sep 2026 21:44 • Admin NA • 55 kali dibaca
Pelatihan Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya Guna Menyiapkan Agen Perubahan Masa Depan

nataragung.id - Bandar Lampung - Dinamika kehidupan remaja saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan kompleks, mulai dari isu kesehatan mental, pergaulan bebas, penyalahgunaan NAPZA, hingga tekanan sosial di era digital. Dalam menghadapi berbagai permasalahan tersebut, pendekatan dari teman sebaya (peer approach) seringkali terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan struktural dari orang dewasa atau otoritas.

Guna menyiapkan Generasi Unggul, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa SAHABAT (PIK-M-SAHABAT) UIN Raden Intan Lampung mengadakan Kegiatan Pelatihan Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya pada (07/09/2026) untuk membekali para Anggota Muda UKM PIK-M-SAHABAT agar memiliki kapasitas, keterampilan komunikasi, serta pemahaman yang mendalam dalam mendampingi rekan-rekan sebayanya. Melalui kegiatan ini, peserta dipersiapkan bukan hanya sebagai pendengar yang baik, tetapi juga sebagai agen perubahan (agent of change) yang mampu menyebarkan pengaruh positif di lingkungan sosial mereka.


Dalam sambutan pembukaanya, Ketua UKM PIK-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung, Dava Saputra menyampaikan, bahwa tujuan dilaksanakanya Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya ini, antara lain:
1. Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta mengenai peran Pendidik dan Konselor Sebaya.
2. Membekali peserta dengan teknik komunikasi efektif, empati, dan dasar-dasar konseling sebaya.
3. Membentuk karakter remaja yang tangguh, proaktif, dan siap menjadi penggerak perubahan positif (agen perubahan).
4. Membangun jejaring dukungan sebaya yang sehat dan suportif di lingkungan sekolah/ komunitas.

Ketercapaian hasil pelatihan tersebut dapat dilihat dari dua aspek, pertama meningkatnya Kapasitas Peserta; Berdasarkan evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan (pre-test dan post-test), terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai konsep dasar konseling sebaya, manajemen emosi, serta batasan peran seorang konselor sebaya (kapan harus merujuk masalah ke profesional).

Kedua, Berkembangnya keterampilan praktis peserta; Sesi role-play menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam menerapkan teknik active listening (mendengar aktif), menunjukkan empati, dan menghindari sikap menghakimi (non-judgmental attitude) saat mendengarkan masalah teman.

Menurut Pembina UKM PIK-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung, Bapak MA Syaripudin bahwa pelatihan yang dilaksanakan harus berhasil menanamkan kesadaran bahwa agen perubahan tidak harus menunggu usia dewasa. Melalui materi kepemimpinan dan advokasi sebaya, peserta dilatih dan dibimbing untuk:
1. Menjadi Teladan (Role Model) yang dapat menunjukkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan teman sebayanya atau komunitasnya.
2. Edukator Sebaya, yaitu pribadi yang mampu menyampaikan informasi yang benar terkait isu-isu kesehatan remaja dan pengembangan diri kepada teman sebaya.
3. Fasilitator Solusi, dapat menjadi jembatan yang aman bagi teman sebaya untuk mencurahkan permasalahan sebelum berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

Harapan dari semua pengurus UKM PIK-M-SAHABAT berharap, kiranya Kegiatan Pelatihan Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya dapat menyiapkan remaja sebagai agen perubahan masa depan, karena seluruh peserta yang berjumlah 50 orang mahasiswa UIN Raden Intan Lampung tidak hanya mendapatkan wawasan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang sangat berharga untuk membangun lingkungan sosial yang sehat, suportif, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan remaja. (MAS)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

5 + 6 = ?
Berita Terkait