Mutiara Pagi: Zamzam - Air Yang di Beri Allah Untuk Sebuah Harapan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

ARTIKEL 13 Sep 2026 02:28 Admin NA 15 kali dibaca
Mutiara Pagi: Zamzam - Air Yang di Beri Allah Untuk Sebuah Harapan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

nataragung.id - Pemanggilan - Ada air yang sekadar menghilangkan dahaga.
Tetapi ada air yang mengajarkan kita tentang harapan, doa, dan keyakinan kepada Allah.

Itulah Zamzam.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

“Air Zamzam itu sesuai dengan tujuan untuk apa ia diminum.” (HR. Ibnu Majah no. 3062)

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa ketika meminum Zamzam, jangan hanya menghadirkan haus di tenggorokan, tetapi hadirkan pula harapan di dalam hati.

Jika engkau sedang dililit hutang, minumlah Zamzam sambil memohon kepada Allah agar dibukakan pintu rezeki dan dimudahkan melunasi utang.

Jika engkau belum mendapatkan keturunan, minumlah sambil berdoa agar Allah menganugerahkan anak yang saleh dan menjadi penyejuk hati.

Jika engkau belum menemukan jodoh, minumlah sambil memohon agar Allah mempertemukanmu dengan pasangan yang baik, yang menjadi teman dalam ketaatan dan perjalanan menuju-Nya.

Jika engkau susah menghafal Al-Qur’an atau ilmu, minumlah Zamzam sambil memohon agar Allah membuka hati, menerangi pikiran, menguatkan hafalan, dan menjadikan ilmu itu bermanfaat.

Jika hidupmu sedang sempit, berat, dan penuh persoalan, minumlah Zamzam sambil mengadukan seluruh kegelisahanmu kepada Allah.

Sebab yang menyembuhkan bukan sekadar airnya.
Yang memberi rezeki bukan airnya.
Yang mendatangkan jodoh bukan airnya.
Yang memberikan keturunan bukan airnya.
Yang melapangkan kesulitan bukan airnya.

Allah-lah yang melakukan semuanya.

Zamzam hanyalah salah satu sebab yang dimuliakan Allah dan menjadi sarana untuk menghadirkan doa, tawakal, dan husnuzan kepada-Nya.

Maka ketika tanganmu menggenggam segelas Zamzam, jangan biarkan hatimu kosong dari doa.

Sebutkan hajatmu.
Hadirkan keyakinanmu.
Kemudian serahkan hasilnya kepada Allah.

Karena terkadang Allah tidak segera memberikan apa yang kita minta, bukan karena Dia tidak mendengar, tetapi karena Dia sedang mengatur sesuatu yang jauh lebih baik daripada apa yang kita bayangkan.

Dan satu hal penting: hadis

“ماء زمزم لما شرب له”

dinilai sahih oleh sejumlah ulama hadis seperti al-Albani dan Syu'aib al-Arna'uth, meskipun terdapat pula ulama yang menilai sanadnya lemah.

Jadi, berharaplah kepada Allah ketika meminum Zamzam, bukan menggantungkan hati kepada airnya.

Sebab Zamzam mengajarkan satu perkara besar:

Ketika engkau mempunyai hajat, jangan hanya mencari jalan menuju hajat itu. Carilah terlebih dahulu jalan menuju Pemilik segala hajat. (*/248).
WaAllahu A'lam

_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair 
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

8 + 1 = ?
Berita Terkait