Ginta Wirya Senjaya: Mengubah Pola Investasi, dari Dunia Menuju “Penanaman Modal Akhirat”

BANDAR LAMPUNG 14 Sep 2026 09:14 Admin NA 207 kali dibaca
Ginta Wirya Senjaya: Mengubah Pola Investasi, dari Dunia Menuju “Penanaman Modal Akhirat”

nataragung.id, Bandar Lampung -- Bagi seorang pebisnis, investasi umumnya identik dengan keuntungan, pertumbuhan modal dan keberlanjutan usaha. Namun, bagi Ginta Wirya Senjaya, investasi tidak semestinya hanya dipikirkan untuk kehidupan dunia.

Senin, 14 September 2026, Ginta membagikan pemikirannya mengenai bagaimana seorang manusia, khususnya mereka yang bergelut di dunia bisnis, mulai mengubah pola investasinya sebagai persiapan menghadapi kehidupan yang kekal.

Ia menyebutnya sebagai “Penanaman Modal Akhirat (PMA)”, yakni ikhtiar menanam kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan orang lain, bahkan ketika seseorang telah meninggalkan dunia.

“Sebagai pebisnis yang menunggu keberangkatan kepulangan untuk menghadap keharibaan-Nya secara kekal, tentunya saya harus mulai mengubah pola investasi saya,” ujar Ginta.

Menurutnya, setelah mengkaji sejumlah hadis dan menggabungkannya dengan cara berpikir serta hitung-hitungan bisnis, terdapat sejumlah bentuk investasi akhirat yang dinilainya memiliki manfaat jangka panjang.

1. Menanam Pohon

Investasi pertama yang menurut Ginta relatif murah namun memiliki manfaat panjang adalah menanam pohon.

Perawatan pohon, menurutnya, dapat dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan seperti pondok pesantren, perguruan tinggi, maupun SMK.

Ketika pohon tersebut tumbuh dan menghasilkan buah yang kemudian dinikmati banyak orang, manfaatnya diharapkan menjadi bagian dari amal yang terus mengalir.

“Investasinya murah. Untuk perawatannya bisa bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan,” katanya.

2. Menciptakan Pengusaha Pemula

Gagasan kedua adalah membantu melahirkan pengusaha-pengusaha pemula.

Bentuknya bisa berupa pendampingan, bimbingan usaha hingga bantuan permodalan. Ginta menilai sumber modal dapat diupayakan melalui program CSR perusahaan maupun program pemerintah, termasuk kementerian yang memiliki program pemberdayaan koperasi, UMKM dan kepemudaan.

Jika seorang pengusaha pemula tersebut berhasil berkembang dan mampu menghidupi keluarganya, Ginta meyakini manfaat dari upaya tersebut akan menjadi investasi kebaikan yang panjang.

3. Memberikan Beasiswa

Pendidikan juga menjadi salah satu bentuk investasi akhirat yang menurutnya memiliki dampak besar.

Memberikan beasiswa kepada anak-anak yang membutuhkan dapat dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan maupun pemerintah.

“Bila anak tersebut berhasil menyelesaikan pendidikannya dan kemudian bekerja, maka amal kita akan terus mengalir,” ungkapnya.

Baginya, membantu seseorang memperoleh pendidikan berarti membuka peluang bagi seseorang untuk memperbaiki masa depan dirinya sekaligus keluarganya.

4. Membangun Jembatan atau Jalan

Infrastruktur yang digunakan masyarakat juga menjadi bagian dari gagasan investasi tersebut.

Ginta menyebut pembangunan jembatan atau jalan sebagai bentuk amal yang manfaatnya dapat dirasakan banyak orang.

Selama jalan atau jembatan tersebut terus digunakan masyarakat, manfaat dari pembangunan itu akan terus dirasakan.

“Selama jembatan atau jalan tersebut digunakan orang, termasuk nonmuslim, maka amal kita akan terus mengalir,” ujarnya.

5. Membangun atau Membantu Membangun Masjid

Masjid juga menjadi salah satu pilihan investasi akhirat yang ia tekankan.

Menurut Ginta, seseorang tidak harus selalu membangun masjid secara keseluruhan. Membantu pembangunan, baik melalui tenaga, material maupun dana, juga merupakan bentuk kontribusi terhadap tempat ibadah yang digunakan masyarakat.

6. Mewakafkan Tanah

Bentuk terakhir yang ia sampaikan adalah mewakafkan tanah untuk kegiatan keagamaan dan sosial.

Tanah tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan masjid, pondok pesantren, rumah tahfiz Al-Qur'an, panti asuhan maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Dengan demikian, tanah yang sebelumnya hanya menjadi aset dapat berubah menjadi sumber manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari bekal amal seseorang.

Mengubah Cara Pandang tentang Investasi

Ginta menilai investasi akhirat pada dasarnya bukan berarti meninggalkan aktivitas duniawi. Justru, kemampuan, jaringan dan sumber daya yang dimiliki selama hidup dapat diarahkan untuk menciptakan manfaat yang lebih luas.

Jika dalam bisnis seseorang menghitung keuntungan berdasarkan nilai rupiah, maka dalam “Penanaman Modal Akhirat” yang dihitung adalah seberapa panjang manfaat yang ditinggalkan.

“Demikian pemikiran dan hal yang saya lakukan saat ini sebagai persiapan bekal untuk kepulangan nanti,” tutup Ginta.

Pemikiran tersebut menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan meninggalkan seluruh aset duniawinya. Yang kemudian menjadi penting adalah apa yang ditinggalkan untuk kehidupan setelahnya dan seberapa banyak manfaat yang masih dirasakan orang lain.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

3 + 7 = ?
Berita Terkait