FKUB Goes To School, Menanam Benih Toleransi di Kalangan Generasi Muda Lampung Selatan
nataragung.id - Penengahan - Upaya memperkuat kerukunan di tengah keberagaman terus dilakukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lampung Selatan. Salah satunya melalui program FKUB Goes To School yang menyasar kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
Program tersebut diadakan di SMP Negeri 1 Penengahan, Selasa (15/9/2026), dengan menghadirkan sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah.
Kegiatan itu dihadiri Ketua FKUB Kabupaten Lampung Selatan, Dr. KH. A. Rafiq Udin, S.Ag., M.Si., serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lampung Selatan yang diwakili Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Organisasi Kemasyarakatan, Adiansyah Gunawan, MIKom.
Melalui program tersebut, FKUB berupaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Selain itu, para pelajar juga diajak untuk menumbuhkan sikap saling menghormati perbedaan agama, keyakinan, suku, budaya, maupun latar belakang sosial.
Ketua FKUB Kabupaten Lampung Selatan, A. Rafiq Udin, mengatakan pendidikan toleransi perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki pemahaman yang kuat tentang pentingnya hidup rukun di tengah keberagaman.
Menurutnya, program FKUB Goes To School menjadi salah satu sarana untuk memberikan edukasi kepada pelajar terkait nilai-nilai kerukunan serta pemahaman mengenai regulasi yang mengatur kehidupan beragama di Indonesia.
“Mudah-mudahan generasi muda ini tetap menjaga kerukunan, aman dan damai. Karena tujuan kita mengadakan sosialisasi ini bagaimana kita ini rukun, aman, dan damai,” kata Rafiq Udin.

Dalam kesempatan itu, FKUB juga memberikan pemahaman mengenai empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain memperkuat wawasan kebangsaan, para siswa juga diajak memahami bahwa setiap agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan yang dapat menjadi perekat kehidupan sosial di tengah keberagaman.
“Pada akhirnya mari kita semua kembali kepada agama masing-masing. Karena tidak ada agama yang mengajarkan kepada ketidakbaikan, tetapi mengajarkan kebaikan,” ujar Rafiq Udin.
Sementara itu, mewakili Kepala SMPN 1 Penengahan, Wakil Kepala Sekolah Rohimi menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, toleransi pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa sejak usia sekolah.
Rohimi mengatakan, nilai-nilai toleransi akan membantu peserta didik memahami pentingnya menghargai perbedaan serta membangun hubungan yang harmonis dengan sesama.
“Melalui nilai toleransi, anak-anak belajar menghargai perbedaan. Mengasihi sesama manusia akan memberikan kedamaian dalam kehidupan. Diharapkan anak-anak dapat menerapkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rohimi.
Melalui program FKUB Goes To School, upaya menjaga kerukunan tidak hanya dilakukan di ruang-ruang dialog, tetapi juga ditanamkan sejak bangku sekolah.
Harapannya, generasi muda Lampung Selatan tumbuh menjadi pribadi yang menjunjung toleransi, menghargai keberagaman, dan mampu menjaga keharmonisan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. (mara-kmf)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar