Dipimpin Karo Umum M. Yuliardi, Ratusan ASN Turun Tangan Bersihkan Masjid Nurul Ulum

BANDAR LAMPUNG 01 Sep 2026 23:16 Admin NA
Dipimpin Karo Umum M. Yuliardi, Ratusan ASN Turun Tangan Bersihkan Masjid Nurul Ulum

nataragung.id, Bandar Lampung — Ratusan ASN memenuhi halaman Masjid Nurul Ulum Islamic Center, Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa (1/9/2026) pagi. Sapu, alat pel, ember dan perlengkapan kebersihan tampak di tangan mereka.

Sekilas, suasananya seperti pengerahan massa. Namun, tidak ada spanduk tuntutan, tidak ada orasi, dan tidak ada suara demonstrasi.

Yang ada justru gerakan tangan yang bekerja, lantai yang dipel, halaman yang dirapikan, serta sudut-sudut masjid yang dibersihkan.

Ratusan ASN dari Biro Umum dan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Lampung tersebut datang bukan untuk menyampaikan aspirasi, melainkan untuk bergotong royong merawat Masjid Nurul Ulum sebagai rumah Allah.

Sejak pukul 07.45 WIB, mereka telah berkumpul di halaman masjid. Kegiatan diawali apel pagi yang dipimpin Kepala Biro Umum Setda Provinsi Lampung, M. Yuliardi, S.STP., M.Si.

Bagi mereka, kegiatan korve kali ini bukan sekadar agenda kebersihan. Ada pesan yang hendak dibawa: bahwa pengabdian kepada masyarakat dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan.

Dalam arahannya, Yuliardi mengajak seluruh ASN menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian sekaligus menanamkan nilai ibadah dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Muhammad ayat 7:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa menolong agama Allah tidak selalu harus melalui perkara besar. Ia dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan dengan ketulusan.

Salah satunya adalah menjaga, merawat dan membersihkan masjid.

Yuliardi juga mengingatkan agar kegiatan korve tidak hanya dipandang sebagai aktivitas fisik, tetapi diniatkan sebagai ibadah.

“Selain menjalankan tugas kita, mari kegiatan korve ini kita niatkan untuk beribadah. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan menjadi amal kebaikan dan mendapat keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya.

Usai apel, para ASN langsung bergerak. Halaman masjid dibersihkan, tempat wudhu dicuci, kamar mandi dan WC dibersihkan, bagian dalam masjid dirapikan, sementara lantai dipel hingga bersih dan nyaman digunakan.

Tidak ada sekat jabatan. Pejabat dan staf berada dalam barisan yang sama, mengerjakan pekerjaan yang sama, dengan tujuan yang sama.

Di situlah makna korve menjadi lebih dari sekadar kegiatan bersih-bersih.

Di tengah rutinitas pemerintahan yang sarat dengan tugas administratif dan pelayanan publik, mereka sejenak meletakkan pekerjaan di balik meja dan turun langsung melakukan sesuatu yang sederhana, tetapi nyata manfaatnya.

Sebab, pengabdian tidak selalu harus hadir dalam bentuk kebijakan besar atau sesuatu yang mendapat sorotan.

Terkadang, ia hadir melalui tangan yang memegang sapu, tenaga yang disisihkan, dan keikhlasan yang bekerja dalam diam.

Membersihkan masjid bukan hanya tentang membuat tempat ibadah menjadi bersih dan nyaman. Ia juga menjadi pengingat bahwa kepedulian dapat tumbuh dari hal-hal sederhana, sementara kebersamaan dapat dibangun melalui pekerjaan yang dilakukan bersama.

Pada akhirnya, nilai sebuah pengabdian bukan hanya terletak pada seberapa besar pekerjaan yang dilakukan, tetapi pada seberapa tulus niat dan seberapa besar manfaat yang ditinggalkan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

4 + 4 = ?
Berita Terkait