Dari Lampung untuk NTT: RPA Peduli Terjun ke Episentrum Gempa 7,7 SR Manggarai Timur

BANDAR LAMPUNG 20 Sep 2026 08:50 Admin NA 35 kali dibaca
Dari Lampung untuk NTT: RPA Peduli Terjun ke Episentrum Gempa 7,7 SR Manggarai Timur

Foto: Tim RPA Peduli di Posko Dampek (M. Yasir 2 dari kiri) bersama Kepala  Urusan Haji Manggarai M. Arsad Asyarakal (2 dari kanan)

nataragung.id -  Bandar Lampung - RPA Peduli, sayap kemanusiaan Relawan Peduli AlQuds (RPA), kembali berjibaku di lokasi bencana gempa bumi magnitudo 7,7 SR yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 lalu.

Ketua Relawan Peduli AlQuds, M. Yasir Setiawan, yang turun langsung sebagai relawan menjelaskan, tim kedua diberangkatkan Rabu (16/9/2026) untuk memperkuat tim pertama yang sudah berada di lokasi sejak 5 hari pasca gempa dan membuka Posko Tanggap Darurat di Desa Dampek, Kecamatan Lambaleda Utara, Manggarai Timur.

Setiba di Labuan Bajo, tim langsung bergabung di posko bersama dan bergerak menjangkau wilayah rentan yang minim logistik.

"Tim kedua sudah 4 hari di lokasi. Sebelumnya tim kami sudah berangkat lebih dulu dan bergabung dengan relawan lembaga lain di Posko Bersama Dampek. InsyaAllah tim kedua ini sekitar 10 hari di lokasi," kata Yasir, Minggu (20/9/2026).


Menurut Yasir, berakhirnya masa tanggap darurat bukan berarti bantuan berhenti. Di Manggarai Timur, tanggap darurat memang resmi berakhir Sabtu (19/9), namun gempa susulan masih terjadi, bahkan guncangan 5,1 SR kembali terasa pada malam harinya.

"Masa tanggap darurat selesai bukan berarti masyarakat sudah baik-baik saja. Efek bencana itu panjang. Seperti saat bencana di Sumatera akhir tahun lalu, posko kami di Aceh Tamiang berkhidmat hampir 5 bulan," terangnya.

Fokus program RPA Peduli meliputi suplai air bersih, hunian sementara (huntara), tempat ibadah, dapur umum, distribusi logistik kebutuhan dasar, serta program lain sesuai kebutuhan lapangan.

"Kalau masuk ke daerah rentan, masih banyak warga trauma. Banyak tempat ibadah roboh rata dengan tanah, penyintas masih di tenda karena rumah rusak berat, kesulitan air bersih. Itu yang membuat kami terus mengirim tim," jelas Yasir.

Sejak Kamis hingga Minggu, tim kedua telah merealisasikan 9 titik suplai air bersih, 2 titik distribusi paket sembako, dapur umum siang dan sore untuk warga terdampak, suplai kayu bakar karena tidak ada gas melon, trauma healing untuk anak-anak, serta asesmen berkelanjutan.

RPA Peduli juga membuka kolaborasi seluas-luasnya. Beberapa program yang diikhtiarkan yakni pembangunan mushola semi permanen pengganti masjid yang roboh, program Jumat Berkah Makan Besar untuk 1.000 penyintas, dan sewa alat berat untuk merobohkan rumah yang nyaris ambruk.


"Kami siap berkolaborasi dengan lembaga apapun. Terima kasih kepada masyarakat Lampung dan berbagai daerah, khususnya Komunitas Muslimah Kaffah, Yayasan Baitut Tahfidz AnNur, Komunitas Hijrotunnisa, dan lembaga dari Malaysia SHARE," tutup Yasir.

RPA Peduli konsisten hadir dalam misi kemanusiaan sejak 2018, baik di Indonesia maupun Palestina. Selama Posko Bersama di Dampek masih berjalan, penyaluran amanah donatur tetap dibuka.

Bagi masyarakat yang ingin membantu korban gempa NTT dapat menyalurkan melalui Rekening BSI 7139291632 a.n Yayasan R.P AlQuds. Konfirmasi donasi: 0821-7731-7773. (SMh)

Keterangan foto sisipan dalam artikel:  M. Yasir kiri, sedang assessment salah satu korban yang salah satu keluarganya meninggal tertimpa bangunan di Kp. Duri Kel. Photo Kec. Sambi Rampas Manggarai Timur.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

1 + 6 = ?
Berita Terkait