Terkait Kondisi Balai Adat Tiyuh Mandah Yang Sangat Memperihatinkan, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Selatan Angkat Bicara

LAMPUNG SELATAN 24 Aug 2026 11:18 Admin NA
Terkait Kondisi Balai Adat Tiyuh Mandah Yang Sangat Memperihatinkan, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Selatan Angkat Bicara

nataragung.id - Kalianda - Terkait kondisi balai adat Tiyuh (Desa) Mandah, Kecamatan Natar Lampung Selatan yang kondisinya amat memprihatinkan karena plafon, kusen, jendela dan semen yang sudah tidak layak pakai lagi, akhirnya tak urung membuat Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Selatan angkat bicara.

Menurut Edo Saputra Wijaya, SH, MH., dirinya akan mempelajari dulu kemana arahnya (OPD-red) agar segera dan dapat di permudah. "Coba sambil saya pelajari dulu kemana arah nya agar segera dan dapat di permudah," tulis Edo dalam aplikasi perpesanan WhatsApp Senin 24 Agustus 2026.

Lebih lanjut anggota DPRD Lampung Selatan dapil kecamatan Natar ini mengatakan untuk sementara waktu dirinya belum bisa berkomentar lebih jauh, karena dirinya perlu mendapat penjelasan  mengenai status tanah balai adat di desa Mandah. "Balai adat di Desa Mandah ini, tanah milik adat atau perorangan? Karena saya belum tahu," tulisnya lagi.

Lebih lanjut Edo menegaskan, kalau memang itu tanah adat, mustinya bisa kita bisa ajukan ke Dinas Pariwisata, nanti baru di susun perencanaan dari dinas terkait. Untuk rencana anggaran pembangunan, melalui dinas PU.

Meski demikian, dirinya berharap semua pihak termasuk tokoh adat di Tiyuh Mandah untuk bersabar, karena prosesnya ada tahapan yang harus dilalui. "Intinya saya sudah membaca apa yang menjadi keluhan tokoh adat di Tiyuh Mandah," pungkas Edo dalam tulisannya.

Sementara itu Sodikin, Kepala Desa Mandah ketika diminta tanggapannya menyampaikan bahwa dirinya sudah mengetahui kondisi balai adat itu. Bahkan persoalan tersebut sudah dibicarakan oleh dirinya dengan sekretaris desa dan kadus induk. "Iya pak sudah kami bicarakan ke sekdes dan kadusnya tapi belum ketemu solusinya," ucap Sodikin, tanpa merinci solusi apa yang dimaksud.

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Erdiansyah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD). Dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, Erdiansyah menjawab singkat. "Trimakasih infonya  kanda, nanti coba saya sampaikan ke pimpinan."

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, balai adat (sessat) Tiyuh Mandah, yang berdiri di Jalan Lintas Sumatra (Jembatan Way Sekampung) Desa Mandah, Natar, Lampung Selatan, kondisinya sungguh sangat memperihatinkan. Akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.

Perlu diketahui balai adat ini dibangun pada tahun 2001, yang dianggarkan dalam APBD Lampung Selatan saat bupati di jabat oleh H. Zulkifli Anwar.

Menurut Entdarto Andal gelar Pangeran Buay Raja, tokoh adat Tiyuh Mandah, Pubian Marga BukkukJadi, kondisi balai adat ini sudah sangat parah, plafon yang terbuat dari geribik bambu sudah banyak yang bolong dan sudah lepas. "Kami maklum dengan kondisi plafon, banyak yang sudah rusak, akibat banyak genteng yang juga bocor, sehingga geribik bambunya jadi basah dan rusak jika turun hujan," ucap Entdarto disela-sela puncak HUT ke-81 RI tingkat dusun Mandah induk, Minggu 23 Agustus 2026 yang dipusatkan di balai adat tersebut.

Selain itu Entdarto juga menyinggung kondisi jendela balai adat, dimana kusennya sudah banyak yang rusak, bahkan ada kusen yang sudah di topang oleh kayu, karena dikhawatirkan lepas.

Entdarto menceritakan balai adat Tiyuh Mandah ini dibangun pada tahun 2001 atas perjuangan salah seorang warga Tiyuh Mandah yaitu H. SyahidanMh, yang saat itu menjabat anggota DPRD Lampung Selatan. "Alhamdulillah perjuangan saudara kami Syahidan diperhatikan oleh Bupati Lampung Selatan Bapak Zulkifli Anwar, bahkan peletakan batu pertama pembangunan balai adat beliau langsung yang melakukan," tegas Entdarto.

Dirinya berharap, kiranya Bupati Lampung Selatan Bapak Radityo Egi Pratama berkenan untuk memberikan bantuan dana rehab guna memperbaiki balai adat, agar kondisinya tidak semakin parah. "Selain untuk pertemuan atau kegiatan adat, Sessat ini juga dipergunakan untuk kegiatan pemerintahan, bahkan setiap pemilu, baik pileg, pilkada dan pilpres, sessat ini merupakan salah satu tempat TPS," ucapnya.

Dirinya yakin, bupati Lampung Selatan pasti akan memperhatikan kondisi bangunan adat ini, apalagi bangunan Sessat berdiri di pintu masuk Lampung Selatan bagian utara. " Setiap orang yang akan masuk ke wilayah Lamsel baik dari arah Bandar Jaya maupun dari Metro, setelah melewati jembatan way sekampung, maka bangunan yang pertama dilihat adalah balai adat ini, karena posisinya tepat di pinggir jalinsum," pungkas Entdarto. (M.Arya)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

1 + 4 = ?
Berita Terkait