Sekitar 2.500 Jamaah Hadiri Haul Muhammad Aji Saka (Ratu Darah Putih) dan Istighotsah Kubro di Kuripan

BERITA KBNU 08 Aug 2026 07:38 Admin NA
Sekitar 2.500 Jamaah Hadiri Haul Muhammad Aji Saka (Ratu Darah Putih) dan Istighotsah Kubro di Kuripan

nataragung.id - Penengahan - Sekitar 2.500 jamaah menghadiri Haul Muhammad Aji Saka yang dirangkaikan dengan Istighotsah Kubro dan Majelis Istighotsah Al-Istiqomah di Dusun II Banyu Urip (Kramat Saksi), Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang tersebut diisi dengan tahlil, istighotsah, doa, dan mauidhotul hasanah. Ribuan jamaah memadati lokasi kegiatan dan mengikuti seluruh rangkaian acara dalam suasana khidmat.

Muhammad Aji Saka dalam tradisi masyarakat setempat dikenal sebagai Ratu Darah Putih. Dalam materi kegiatan, ia disebut sebagai Syekh Muhammad Aji Saka bin Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

Pelaksanaan haul dan istighotsah di Kramat Saksi menjadi momentum untuk mengenang tokoh yang dihormati dalam tradisi keagamaan masyarakat setempat, sekaligus mempererat silaturahmi dan menjaga kesinambungan tradisi keislaman di Lampung Selatan.

Sejumlah tokoh agama, pengurus Nahdlatul Ulama, unsur pemerintahan, serta tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya KH Nur Mahfudz Attijani, KH RM Soleh Bajuri, Satria Mandala selaku Ketua MWCNU Penengahan, KH Ahmad Rofiqudin, Camat Penengahan, unsur KUA Penengahan, Hj. Nunuk Nirwana selaku Ketua Majelis Istighotsah Al-Istiqomah Lampung Selatan, Kyai Sofyan selaku Mustasyar MWCNU, serta Kyai Yayan Daryani selaku Rais Syuriyah MWCNU Bakauheni.

Doa untuk Keselamatan dan Keberkahan Lampung

KH Nur Mahfudz Attijani, yang memimpin istighotsah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memanjatkan doa bersama di tempat yang diyakini masyarakat sebagai salah satu lokasi yang berkaitan dengan tokoh yang dihormati dalam tradisi keislaman setempat.

Ia mengatakan, doa bersama dipanjatkan agar Lampung senantiasa aman, selamat, dan mendapat keberkahan. Ia juga mendoakan masyarakat, jamaah yang hadir, serta keluarga mereka agar senantiasa diberikan keberkahan dan dijauhkan dari bala serta bencana.

Selain doa bersama, KH Nur Mahfudz juga menyampaikan rasa syukur karena kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya nguri-uri peninggalan sejarah Islam yang ada di Lampung Selatan.

Menurutnya, menjaga warisan para pendahulu tidak hanya berkaitan dengan peninggalan fisik, tetapi juga dengan ajaran, nilai, dan tradisi keagamaan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia juga mengaitkan semangat tersebut dengan dukungan terhadap program HELAU Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Menurutnya, semangat melestarikan lingkungan dan daerah perlu berjalan beriringan dengan upaya melestarikan ajaran serta warisan keagamaan para pendahulu.

Dalam kesempatan itu, KH Nur Mahfudz mengutip ungkapan “Kammim Masyhurin bi Barokatim Mastur” sebagai bagian dari refleksi mengenai keberkahan yang dapat diperoleh melalui penghormatan terhadap para pendahulu dan orang-orang saleh.

Ia menilai, salah satu ikhtiar untuk menjaga Lampung tetap aman dan penuh keberkahan adalah dengan memperkuat silaturahmi melalui majelis haul dan istighotsah.

“Di majelis haul dan istighotsah ini kita bersilaturahmi dan berdoa bersama untuk Lampung agar aman, selamat dan berkah. Semoga masyarakat, jamaah yang hadir, serta keluarga senantiasa mendapat keberkahan dan dijauhkan dari bala dan bencana,” ungkapnya.

Rangkaian acara diawali dengan tahlil dan istighotsah yang dipimpin oleh KH Nur Mahfudz Attijani. Selanjutnya, doa dipimpin secara bergantian oleh KH RM Soleh Bajuri, KH Ahmad Rofiqudin, dan Kyai Nadzir Al-Qoitsi.

Sementara itu, mauidhotul hasanah disampaikan oleh KH RM Soleh Bajuri.

Dalam tausiyahnya, KH RM Soleh Bajuri mengajak jamaah mensyukuri kesempatan untuk berkumpul dalam majelis bersama para ulama dan dzurriyah Rasulullah, khususnya dalam momentum haul Muhammad Aji Saka bin Syekh Syarif Hidayatullah.

Ia juga menekankan pentingnya tawasul dan sanad dalam kehidupan beragama. Menurutnya, sanad memiliki kedudukan penting dalam kesinambungan keilmuan, karena melalui sanad seseorang dapat mengetahui jalur ilmu yang diterima dan dipelajarinya.

Dengan sanad, hubungan keilmuan dapat diketahui kesinambungannya sehingga seseorang memiliki jalur yang jelas dalam menerima dan memahami ajaran agama.

Selain tawasul dan sanad, KH RM Soleh Bajuri juga mengingatkan jamaah mengenai pentingnya silaturahmi. Pertemuan dalam majelis keagamaan, menurutnya, tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarsesama.

“Pentingnya silaturahmi, karena dengan silaturahmi kita dapat mempererat hubungan dan menjaga kebersamaan,” demikian pesan yang disampaikan dalam mauidhotul hasanah.


Ketua MWCNU Penengahan Satria Mandala menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jamaah serta berbagai pihak yang telah bergotong royong mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih atas kehadiran dan support jamaah NU yang bergotong royong menyelenggarakan acara tersebut dengan sukses,” ujar Satria.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari kebersamaan dan dukungan berbagai pihak, terutama jamaah yang hadir serta ikut mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan.

Hal senada disampaikan Hj. Nunuk Nirwana, Ketua Majelis Istighotsah Al-Istiqomah Lampung Selatan. Ia bersyukur majelis yang dipimpinnya dapat turut serta dalam pelaksanaan haul dan istighotsah tersebut.

“Alhamdulillah, Majelis Istighotsah Al-Istiqomah turut serta menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga kebersamaan dalam majelis ini menjadi wasilah untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kecintaan kepada ulama dan dzurriyah Rasulullah, serta membawa keberkahan bagi masyarakat Lampung Selatan,” ujar Hj. Nunuk.

Kehadiran sekitar 2.500 jamaah menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan tersebut. Haul dan istighotsah tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang Muhammad Aji Saka, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah, menjaga tradisi keagamaan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan di Dusun II Banyu Urip (Kramat Saksi), Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, tersebut berlangsung hingga menjelang siang dengan rangkaian acara yang diikuti jamaah secara khidmat. (edi's)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

3 + 6 = ?
Berita Terkait