Rutinan Majelis Tauhid (MaTa) Komunitas PPA Magelang. Bahagia itu Pilihan, KH. Mujadin: Kenapa Memilih Masalah

SEPUTAR DIY & JAWA TENGAH 15 Aug 2026 14:16 Admin NA
Rutinan Majelis Tauhid (MaTa) Komunitas PPA Magelang. Bahagia itu Pilihan, KH. Mujadin: Kenapa Memilih Masalah

nataragung.id - Magelang - Dalam hidup ini hal terpenting selalu memperbaiki kualitas diri dan memilih bahagia.

Hal itu disampaikan KH. Mujadin saat memberikan tausiyah dalam Majelis Tauhid (MaTa) Komunitas PPA Magelang hasil kerja sama dengan Kajian Islam Setiap Sabtu (KISS) Pandan Wangi di Secang Magelang, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut Mujadin yang juga Syuriah PCNU Kabupaten Magelang, meraih kebahagiaan sangat tergantung dengan pikiran manusia itu sendiri.

"Bahagia itu kan soal hati, rasa, persepsi, dan mindset. Kita yang akan menentukan sendiri," katanya.

Kalau manusia hanya berpikir masalah, tidak akan pernah selesai. Manusia yang akan menentukan memilih masalah atau bahagia. Selama hayat dikandung badan, Allah akan selalu memberikan cobaan, selalu memguji dengan segala persoalan.


"Kalau sudah hidup berkualitas tidur beradu punggung dengan pasangan saja sudah bahagia," ungkapnya.

Bahagia, kata Mujadin, ada dalam hati. Sementara aksesoris luar hati, seperti  perhiasan gelang, dan televisi hanya alat bantu mendapatkan kebahagiaan.

"Alat itu hanya membantu bahagia manusia selama 12 hari. Setelah itu hanya menjadi barang biasa," ujarnya.

Hidup yang berkualitas itu akan mampu menghadapi kahanan (situasi hidup), dan  menata hati dalam menjalani kehidupan.

Sebab, menurut Mujadin, orang selalu saling  pandang, saling menilai kebahagiaan orang lain. Ia mengisahkan, ketika terjadi hujan asa petani yang menerobos dengan menggunakan daun talas. Lalu lewat orang mengendarai motor menggunakan mantol. Petani itu berbisik, alangkah bahagianya jika bisa naik motor.

Ketika pengendara motor itu melihat orang nengendarai mobil, ia berbisik alangkah bahagianya bila memiliki motor jalan enggak kehutanan.

Namun, sehingga pengendara mobil itu berbisik pula alangkah bahagianya petani itu pulang bisa langsung tidur, tidak perlu memikirkan cicilan kredit mobil.

Orang yang tidak bisa mengatur hati, ketika melihat temannya senang dirinya susah, dan ketika melihat temannya susah, akan senang.

"Rasanya hanya panas terhadap orang lain," ujarnya.

Lebih jauh, Mujadin menghimbau agar jemaah melakukan investasi kebaikan. Investasi ini tidak akan hilang. Misalnya orang itu tidak mengunduh hasil kebaikan itu, bisa jadi anak dan cucu mereka yang akan mengunduhnya.

"Kebaikan itu tetap utuh dalam catatan Allah SWT," ungkapan. (MMD).

Keterangan Foto: KH. Mujadin, MM, Syuriah PCNU Kabupaten Magelang.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

7 + 2 = ?
Berita Terkait