Psikologi Kuyo-Kuyo. Oleh : Herry Tjahyono *)

JELAJAH NUSANTARA 20 Jun 2025 08:53 adm@nataragung.id
nataragung.id - JELAJAH NUSANTARA - Survei Indikator Politik (Tribunnews, 19 Juni 2025) menunjukkan: ??% ????????? ????? ???????? ??????. Angka ini ?????, apalagi di tengah derasnya fitnah dan upaya menjatuhkan citranya sepanjang waktu. Sekaligus ?????? ????? terkait ??????? ????. ??????? ???? ??????? Jawabannya bukan semata pada prestasi, kebijakan, atau jejak kepemimpinannya semasa jadi preaiden–tapi pada sesuatu yang lebih dalam: ????????? ????-????, ????????? ????? ???? ??????-????–istilah dari khasanah Jawa bagi mereka yang terus ditekan, dijegal, disudutkan secara tidak adil. Justru dari situlah tumbuh simpati moral dan solidaritas diam-diam. Dalam alam bawah sadar publik, ada empati pada ketertindasan. Dalam ?????? ???????? ?????? dari Henri Tajfel: manusia cenderung mengidentifikasikan dirinya dengan mereka yang mewakili luka atau pengalaman kolektifnya. Semakin diserang, semakin banyak yang merasa: "??? ??????? ????. ??? ?????? ????." Itulah yang terjadi pada Jokowi. Serangan brutal dan tidak proporsional justru menguatkan ikatan emosional antara Jokowi dan rakyat. Fenomena ini juga dikenal sebagai ???????? ?????? dalam psikologi politik. Kesalahan lawan-lawan politiknya adalah memusuhi dengan amarah, kebencian, pun aroma agenda busuk–bukan menawarkan gagasan tandingan. Mereka lupa bahwa politik di Indonesia bukan hanya soal ?????, tapi juga soal ????. Maka, jika ingin bersaing sehat di 2029, caranya bukan dengan menghancurkan Jokowi—tapi dengan menghadirkan tokoh yang bisa menyamai ???? ????????? ????????, atau melampauinya. Kalau tidak, psikologi dikuyo-kuyo itu akan tetap hidup–dan pada waktunya–bisa membalik semua narasi yang dibangun dengan kebencian. –???? ????? ???????, ?????? ?? ???? ???? ???? ???????? ????-???? ???? ???????? ???? ???????? ???? ???????. (???????: ????? ????? ??? ???? ????? ??????? ???, ??? ?????? ?????? ????? ?????). *) Penulis adalah Profesional (Former), CEO Perusahaan Swasta, Penulis Buku, Kolumnis KOMPAS.
Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

3 + 6 = ?
Berita Terkait