Mutiara Pagi: Jangan Takut Pada Suara Yang Menyakiti. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

MUTIARA PAGI • 03 Oct 2026 02:07 • Admin NA • 27 kali dibaca
Mutiara Pagi: Jangan Takut Pada Suara Yang Menyakiti. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

nataragung.id - Pemanggilan - Jika engkau memilih jalan kebenaran, jangan berharap perjalananmu selalu disambut tepuk tangan.

Akan ada suara yang mencela.
Ada lidah yang merendahkan.
Ada manusia yang salah memahami niatmu, bahkan menuduhmu hanya karena engkau memilih untuk tetap berdiri di atas apa yang engkau yakini benar.

Itulah harga sebuah keteguhan.

Allah telah mengingatkan:

وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا

“Dan sungguh, kamu akan mendengar banyak perkataan yang menyakitkan dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah.” (QS. Ali ‘Imran: 186)

Perhatikan: Allah tidak mengatakan “mungkin kalian akan mendengar”, tetapi “sungguh, kalian akan mendengar.”

Seakan Allah sedang mengajarkan kepada kita: jangan kaget ketika kebaikanmu dibalas keburukan, jangan patah ketika nasihatmu dibalas celaan, dan jangan meninggalkan jalan kebenaran hanya karena ada suara-suara yang menyakitkan.

Para nabi pun mengalaminya.

Mereka dihina, didustakan, dituduh, bahkan disakiti. Namun kebatilan orang lain tidak pernah membuat mereka meragukan kebenaran yang mereka bawa.

Sebab orang yang berjalan menuju Allah tidak boleh menjadikan suara manusia sebagai kompas kehidupannya.

Jika dipuji, ia tidak terbang.
Jika dicela, ia tidak tumbang.
Jika disanjung, ia tetap rendah hati.
Jika disakiti, ia tetap menjaga hati.

Biarkan sebagian manusia berbicara.

Tidak semua suara harus dijawab.
Tidak semua tuduhan harus diluruskan.
Tidak setiap luka harus dibalas.

Kadang-kadang, jawaban terbaik adalah diam yang bermartabat, sabar yang panjang, dan terus berjalan.

Sebab matahari tidak berhenti terbit hanya karena ada orang yang menutup jendelanya.

Dan kebenaran tidak menjadi gelap hanya karena ada manusia yang memilih membencinya.

Teruslah berjalan.

Jika jalanmu benar, biarlah Allah yang menjadi saksi.
Jika niatmu tulus, biarlah waktu yang membuktikan.
Dan jika hatimu terluka oleh ucapan manusia, bawalah luka itu kepada Allah, sebab di sisi-Nya, tidak ada air mata kesabaran yang sia-sia. (*/260)
WaAllahu A'lam
_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair 
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

5 + 1 = ?
Berita Terkait