Mutiara Pagi: Afiat - Rezeki Berupa Kesempatan dan Perlindungan Allah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

MUTIARA PAGI • 27 Sep 2026 03:32 • Admin NA • 14 kali dibaca
Mutiara Pagi: Afiat - Rezeki Berupa Kesempatan dan Perlindungan Allah.  Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

nataragung.id - Pemanggilan - Afiat: Nikmat yang Sering Terasa Biasa, Padahal Sangat Berharga

Ada rezeki yang datang dalam bentuk harta, tetapi ada pula rezeki yang hadir sebagai sesuatu yang tidak terlihat: afiat.

Afiat adalah keselamatan, perlindungan, dan keadaan yang dijauhkan dari berbagai penyakit, musibah, serta perkara yang merusak agama dan kehidupan.

Terkadang kita mengira diri kita miskin karena tidak memiliki rumah mewah, kendaraan mahal, atau tabungan yang berlimpah. Namun, coba lihat kembali kehidupan kita .

Bukankah kita masih bisa pulang ke rumah dengan selamat?

Bukankah keluarga kita masih berada dalam penjagaan Allah?

Bukankah Allah telah menutupi banyak perkara buruk yang mungkin menimpa diri kita, tanpa pernah kita sadari?

Kita mungkin tidak memiliki banyak harta, tetapi Allah memberi kita afiat: keselamatan yang tidak bisa dibeli dengan seluruh kekayaan dunia.

Ada musibah yang tidak pernah sampai kepada kita,  bukan karena kita lebih kuat, melainkan karena Allah melindungi kita dengan rahmat-Nya.

Berapa banyak bahaya yang berlalu tanpa kita ketahui?

Berapa banyak penyakit yang Allah jauhkan dari kita?

Berapa banyak kesulitan yang tidak pernah sampai ke pintu rumah kita?

Maka jangan hanya menghitung rezeki dari apa yang datang kepada kita. Hitung pula nikmat dari berbagai keburukan yang Allah jauhkan dari kita.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ"

Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."(QS. Al-An'am: 17)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa segala sesuatu berada di bawah kekuasaan Allah. Keselamatan yang kita rasakan, bahaya yang dijauhkan, dan kebaikan yang kita terima semuanya tidak lepas dari ketetapan dan kehendak-Nya.

Afiat bukan alasan untuk merasa aman dari takdir Allah, tetapi kesempatan untuk bersyukur, berhati-hati, dan semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Ketika Allah memberi kita keselamatan, jangan gunakan keselamatan itu untuk bermaksiat. Ketika Allah menjauhkan kita dari musibah, jangan jadikan nikmat itu sebagai alasan untuk melupakan Sang Pemberi nikmat.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

سَلُوا اللَّهَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، فَإِنَّ أَحَدًا لَمْ يُعْطَ بَعْدَ الْيَقِينِ خَيْرًا مِنَ الْعَافِيَةِ"

Mohonlah kepada Allah ampunan dan afiat, karena sesungguhnya tidak ada seorang pun yang diberi sesuatu setelah keyakinan yang lebih baik daripada afiat."(HR. Tirmidzi, no. 3558; Ibnu Majah, no. 3849)

Perhatikanlah, 

Nabi shalallahu alaihi wasallam mengajarkan kita untuk memohon ampunan dan afiat. Ini menunjukkan betapa besar nilai keselamatan dan perlindungan Allah dalam kehidupan seorang mukmin.

Afiat bukan sekadar tubuh yang terbebas dari penyakit. Seorang hamba juga membutuhkan keselamatan dalam agamanya, keluarganya, hartanya, dan kehidupannya.

Karena itu, jangan hanya berdoa agar Allah menambah harta kita. Berdoalah pula agar Allah menjaga iman kita, melindungi keluarga kita, menutupi aib kita, dan menjauhkan kita dari musibah yang merusak dunia dan akhirat kita.

Jadi, jangan pernah merasa miskin hanya karena kita tidak memiliki banyak harta, sementara Allah masih menyelimuti hidup kita dengan afiat.

Ada orang yang baru memahami mahalnya keselamatan setelah musibah datang.

Ada orang yang baru merasakan nikmat ketenangan setelah hidupnya diuji dengan ketakutan.

Dan ada orang yang baru menyadari betapa besar perlindungan Allah setelah melihat bahaya yang nyaris menimpanya.

Afiat adalah rezeki yang sering tidak terdengar suaranya, tetapi terasa dalam setiap hari yang berjalan dengan selamat.

Maka, ketika pagi menyapa kita tanpa musibah, mari ucapkan hamdalah.

Ketika keluarga kita berada dalam keselamatan, mari memananjatkanrasa syukur.

Ketika Allah menjauhkan kita dari keburukan, jangan pernah lupa bahwa kita hidup dalam rahmat-Nya.

Sebab, boleh jadi kita merasa miskin karena tidak memiliki banyak harta, padahal Allah sedang memberi kita rezeki yang sangat berharga, yaitu :

Afiat yang menjaga langkah kita, melindungi keluarga kita, dan memberi kita kesempatan untuk kembali kepada-Nya.

Kesehatan dan afiat memiliki makna yang berdekatan, tetapi afiat lebih luas, mencakup keselamatan dan perlindungan dari berbagai keburukan, baik dalam agama maupun kehidupan dunia. (*/257).

WaAllahu A'lam

_____

✒️ H. Komiruddin Imron, Lc

☀️ Shobahul Khair 

📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

9 + 7 = ?
Berita Terkait