Maulid Nabi di Trimomukti, Kyai Aziz Ajak Jamaah Perkuat Iman, Ilmu, dan Akhlak
nataragung.id - Lampung Selatan - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Baitul Muttaqin, Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (13/9/2026), menjadi momentum untuk memperkuat iman, memperluas ilmu agama, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Membangun Masyarakat yang Beriman, Rukun, dan Berakhlakul Karimah”, kegiatan tersebut menghadirkan Kyai Abdul Aziz At-Tarmasie, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jati Agung, Lampung Selatan, sebagai pengisi mauidzoh hasanah.
Dalam tausiyahnya, Kyai Aziz mengajak jamaah menghadiri majelis ilmu dengan niat ikhlas. Menurutnya, kemampuan setiap orang dalam memahami ilmu agama berbeda-beda. Keterbatasan tersebut tidak semestinya menjadi alasan untuk meninggalkan majelis ilmu, tetapi justru menjadi dorongan untuk terus belajar.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan dalam memahami Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an, katanya, membutuhkan ilmu tajwid, sedangkan memahami kandungannya memerlukan bekal keilmuan yang lebih luas, antara lain nahwu, sharaf, balaghah, manthiq, serta ilmu-ilmu pendukung lainnya.
Karena itu, belajar agama hendaknya tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi dilanjutkan dengan memahami kandungan ajaran dan mengamalkannya dalam kehidupan.
Kyai Aziz kemudian mengingatkan kedudukan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah, teladan terbaik bagi umat. Keteladanan tersebut tidak hanya menyangkut ibadah, tetapi juga akhlak, kehidupan bermasyarakat, serta hubungan antarsesama.
Pesan itu sejalan dengan firman Allah SWT, “Laqad kana lakum fi Rasulillahi uswatun hasanah,” yang menegaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan dalam kehidupan umat.
Ia juga menyampaikan pentingnya tirakat dan riyadhah dalam membentuk kebiasaan beribadah. Sesuatu yang pada awalnya terasa berat, menurutnya, dapat menjadi ringan apabila terus dilatih dan dilakukan secara istiqamah. Salah satunya dengan membiasakan diri memenuhi panggilan shalat ketika azan berkumandang.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua BKM Dr. H. Garum, M.Pd menyampaikan rencana penataan lingkungan Mushola Baitul Muttaqin, termasuk memindahkan bangunan atau ruang Muslimat ke bagian belakang agar halaman mushola menjadi lebih luas.
Ia juga menyampaikan rencana pemanfaatan tanah yang telah disiapkan untuk kepentingan kantor atau ranting NU. Menurutnya, keberadaan aset tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mendukung penguatan kelembagaan dan kemaslahatan umat, sekaligus diharapkan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Sekretaris Desa Trimomukti, Jangin, dalam sambutannya mewakili Kepala Desa Trimomukti Matius Sutrisno, menyampaikan apresiasi kepada para tokoh, panitia, dan seluruh jamaah yang hadir.
Ia menegaskan dukungan Pemerintah Desa Trimomukti terhadap berbagai kegiatan dan program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, baik di bidang keagamaan, pertanian, perekonomian, pembangunan maupun kegiatan kemasyarakatan.
Jangin juga mengapresiasi kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sebagai bagian dari dukungan terhadap pemerintahan dan pembangunan desa.
Terkait rencana pengembangan fasilitas keagamaan, Pemerintah Desa Trimomukti menyatakan siap memberikan dukungan serta membantu menjembatani komunikasi dengan masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi di Trimomukti pun tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat iman, ilmu, akhlak, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kemaslahatan bersama. (edi's)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar