Lebih Dari 300 Warga Kecamatan Natar Gelar Shalat Istisqa di Tengah Kemarau dah Ancaman Abu Vulkanik GAK

NATAR 10 Sep 2026 11:10 Admin NA 110 kali dibaca
Lebih Dari 300 Warga Kecamatan Natar Gelar Shalat Istisqa di Tengah Kemarau dah Ancaman Abu Vulkanik GAK

nataragung id - Natar - Di tengah kemarau panjang dan kabut abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, lebih dari 300 warga Kecamatan Natar berkumpul memohon pertolongan Allah SWT. Melalui Sholat Istisqa dan Istighosah, masyarakat memanjatkan doa agar diturunkan hujan yang membawa berkah dan mengakhiri kekeringan.

Kegiatan berlangsung khidmat di Halaman Pondok Pesantren Raudlatul Jannah - SMK Swadhipa 2, Desa Bumisari, Natar, Kamis (10/9/2026) pukul 08.00 - 09.00 WIB.

Acara ini merupakan agenda serentak Kementerian Agama Kab. Lampung Selatan yang digerakkan oleh KUA Natar bersama Forkopincam, para kyai, tokoh agama, dan masyarakat.

Sholat Istisqa digelar sebagai ikhtiar spiritual menyikapi kondisi cuaca ekstrem di Lampung Selatan. Sepekan terakhir, wilayah Natar dan sekitarnya dilanda kemarau panjang.

Tanah pertanian milik warga mulai retak dan mengering. Sumur-sumur warga juga mengalami penurunan debit air. Kondisi ini mengancam gagal panen padi, jagung, dan palawija yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Ditambah lagi, arah angin dari Selat Sunda membawa sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berstatus Level III Siaga. Abu tipis kerap turun dan menutupi daun tanaman, membuat petani khawatir hasil panen rusak dan kesehatan warga terganggu.

Kegiatan diawali dengan istighfar dan bersholawat bersama. Sholat Istisqa kemudian diimami oleh Ust. Rivan Asiddiq, S.Pd., yang mewakili KUA Natar sekaligus MWC NU Natar.

Dalam Khutbah Istisqa, Ust. Syamsul Bahri, S.Sos.I., dari KUA Natar mengajak jamaah untuk meningkatkan iman dan takwa serta bersyukur atas segala kondisi yang Allah berikan.

“Ini semua adalah rahmat Allah SWT. Jangan kufur dengan mengeluh. Mari bermuhasabah, introspeksi diri dan memperbanyak taubat. Semoga istisqa kita hari ini Allah turunkan berkah dan rahmat-Nya berupa hujan. Hujan yang berkah, hujan yang membawa rahmat bagi kita semua,” tegasnya.

Khutbah ditutup dengan doa memohon diturunkannya hujan. Acara dilanjutkan dengan Istighosah dan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Abdul Mudhofar dari PP. Raudlatul Jannah dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan ditutup dengan bermushofah dan ramah-tamah.

Sholat Istisqa ini dihadiri oleh: Camat dan Sekcam Natar, Kepala KUA Natar beserta staff, Ketua MUI Natar dan Ketua MWC NU Natar, Perwakilan Polsek dan Koramil Natar, Ketua dan Pengurus Yayasan Swadhipa beserta keluarga besar, Perwakilan Sekolah Negeri se-Kecamatan Natar, Para Kyai, Ustadz, Tokoh Agama, Santri PP. Raudlatul Jannah dan Masyarakat Natar

Pemerintah Kecamatan Natar bersama KUA berharap melalui doa bersama ini, Allah SWT segera menurunkan hujan sehingga tanah pertanian kembali basah, sumber air pulih, dan dampak abu vulkanik dapat segera teratasi. (SMh)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

4 + 2 = ?
Berita Terkait