Erupsi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar Dari Lampung, Banten, Jawa Barat, Bengkulu Hingga Sumatera Barat

LAMPUNG SELATAN 06 Sep 2026 07:36 Admin NA
Erupsi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar Dari Lampung, Banten, Jawa Barat, Bengkulu Hingga Sumatera Barat

nataragung.id - Lampung Selatan - Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terjadi beberapa hari terakhir ini, berimbas pada banyaknya debu abu vulkanik yang dirasakan warga masyarakat.

Berdasarkan informasi dari PVMBG dan VAAC Darwin, serta analisis citra RBG Himawari-9 pada 5 September 2026 pukul 19.00 WIB menyebutkan terindentifikasi dua klaster penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Kratau. Sebaran dari pemukiman hingga ketinggian 20.000 ft teramati ke arah tenggara - selatan mencakup sebagian Banten, Jawa Barat dan perairan sekitarnya.

Sementara sebaran ke pemukiman hingga ketinggian 50.000 ft teramati kearah barat daya - barat laut mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu dan Sumatera Barat, Selat Sunda bagian selatan serta Samudra Hindia disebelah barat Lampung dan Banten.

Di provinsi Lampung percakapan di group-group WhatsApp pada Sabtu malam (5/9/2026) di dominasi oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menurut Qorinilwan warga Kalianda, abu vulkanik sudah terjadi sejak beberapa hari lalu, ketika naik kendaraan mata akan terasa pedih dan lantai rumah banyak debu berwarna hitam. "Abu vulkanik sudah terasa sejak beberapa hari lalu, tapi puncaknya hari ini (kemarin-red), kalau naik motor jika tidak memakai helm dan masker mata menjadi pedih," tulis Qorinilwan di sebuah WAG.

Hal senada juga terjadi di Bandar Lampung, Syarifudin warga Teluk Betung mengaku bahwa jika keluar rumah orang-orang harus memakai helm dan masker agar mata tidak pedih dan napas tidak sesak. "Mobil saya dipenuhi oleh debu vulkanik," ucap Syarifudin.

Kejadian serupa di akui oleh Juanda Marzuki warga jalan Pramuka, Rajabasa. Dirinya mengaku teras rumah miliknya dipenuhi oleh debu vulkanik warna hitam.

Di Kabupaten Pesawaran tak jauh berbeda. Denis Setiaji warga perumahan Vendora, Negeri Sakti mengalami hal yang sama, teras rumahnya di penuhi oleh debu abu vulkanik.

Dari kecamatan Tegineneng, Nurmin Efendi warga Desa Bumi Agung, Tegineneng, Pesawaran menyampaikan kejadian serupa bahwa teras rumah dirinya dan para tetangga dipenuhi oleh abu vulkanik.

Di kecamatan Natar Lampung Selatan, warga juga ramai-ramai mengeluhkan rumah mereka di penuhi oleh abu vulkanik, seperti yang dialami oleh Supri warga Desa Hajimena. Politisi Partai Nasdem ini mengaku rumahnya banyak sekali abu vulkanik yang menempel di lantai. Begitu juga yang di alami oleh Sahrul warga Candimas, ASN Kemenag Kabupaten Pesawaran ini mengeluhkan hal yang sama. "Terpaksa malam-malam harus kami sapu debunya agar tidak risih," ujar Sahrul.

Dari Desa Bumisari, Natar, warga juga mengaku hal yang sama. Muhamad Fatih Nur Fauzan warga setempat terlihat sedang menyapu lantai. "Saya menyapu lantai pakai masker,  jaga-jaga agar tidak sesak napas," ucap Fatih yang terlihat sedang menyapu lantai rumahnya.

Sementara dari Desa Mandah,  Desi Yanti warga setempat, terlihat sedang menyapu lantai terasnya. "Say a baru pulang dari mengikut kegiatan peringatan Maulid Nabi di desa tetangga, pas pulang kok teras rumah sudah banyak debu, terpaksa saya sapu," ucap Desi Yanti singkat. (SMh)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

2 + 2 = ?
Berita Terkait