Bukan Sekadar Bantuan, WIZSTREN Dorong Recovery Flores: Dari Bantuan Darurat Menuju Kemandirian Ekonomi, Air Bersih, dan Pendidikan Vokasi

NASIONAL 22 Sep 2026 01:04 Admin NA 37 kali dibaca
Bukan Sekadar Bantuan, WIZSTREN Dorong Recovery Flores: Dari Bantuan Darurat Menuju Kemandirian Ekonomi, Air Bersih, dan Pendidikan Vokasi

nataragung.id - Flores - Pemulihan masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur tidak hanya soal bantuan darurat. WIZSTREN mendorong pemulihan dengan pendekatan berkelanjutan melalui tiga pilar utama: penguatan ekonomi, penyediaan air bersih, dan pendidikan vokasi.

Asesmen dan pendampingan langsung di lapangan dilakukan oleh Direktur Eksekutif WIZSTREN, Robert Edy Sudawan, selama lima hari sejak 19 September 2026, bersama relawan lokal di sejumlah wilayah di Pulau Flores, pada Minggu, 21 September 2026.


Dari hasil asesmen tersebut, WIZSTREN memetakan tiga kebutuhan strategis masyarakat yang harus segera ditindaklanjuti agar fase recovery benar-benar membawa perubahan.

Pertama, Pemulihan Ekonomi Berbasis Lahan Produktif.

Di wilayah Routing, Manggarai Timur, WIZSTREN menemukan sekitar 12 hektare lahan produktif yang telah berjalan untuk pertanian jagung. Potensi ini dinilai menjadi modal awal untuk membangkitkan kembali perekonomian warga.

WIZSTREN kini tengah mengkaji skema dukungan permodalan melalui Qardhul Hasan (pinjaman tanpa bunga) dan Wakaf Produktif, agar sektor pertanian tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat.

Skema ini diharapkan tidak menciptakan ketergantungan, melainkan mendorong kemandirian ekonomi petani lokal.

Kedua, Krisis Air Bersih di Golo Sepang.

Persoalan klasik yang masih membelit warga adalah akses air bersih. Di wilayah Golo Sepang, Manggarai Barat, masyarakat menghadapi keterbatasan sumber air tawar. Kondisi air sumur yang asin membuat warga kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.


Untuk itu, WIZSTREN melakukan asesmen kebutuhan teknologi 
penyulingan dan desalinasi air sebagai solusi jangka panjang. Harapannya, masyarakat memiliki akses air bersih yang berkelanjutan, tidak hanya mengandalkan bantuan distribusi air sesaat.

Ketiga, Penguatan SDM Melalui Pendidikan Vokasi.

Selain ekonomi dan air bersih, masyarakat juga membutuhkan tenaga pendidik, khususnya di bidang pendidikan vokasi. Keterampilan dan kapasitas kerja dinilai penting agar pemulihan tidak berhenti pada bantuan sosial, tetapi mampu meningkatkan daya saing masyarakat.

Pendidikan vokasi diharapkan menjadi jembatan agar warga memiliki keahlian yang bisa langsung dimanfaatkan untuk bekerja dan membangun usaha mandiri.

Direktur Eksekutif WIZSTREN, Robert Edy Sudawan, menegaskan bahwa asesmen ini menjadi pintu masuk untuk program yang lebih besar dan terukur.

“WIZSTREN melakukan asesmen melalui pendekatan bantuan sosial sebagai pintu masuk. Dari asesmen ini, kami akan menggandeng berbagai pihak untuk terlibat dalam beberapa skema bantuan. Yang terpenting adalah bagaimana bantuan tersebut menjadi jalan menuju kemandirian masyarakat,” ujar Robert.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus WIZSTREN, GSCB. KH. Reza Fahlipi B., yang memberikan arahan strategis kepada tim lapangan secara daring, menekankan pentingnya keberlanjutan program.


“Bantuan yang kami distribusikan mungkin belum sebesar lembaga lain yang telah lebih dahulu hadir. Namun kami meyakini, program yang berkelanjutan dan memiliki dampak terukur akan memberikan manfaat yang lebih panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, WIZSTREN membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak dalam ekosistemnya, mulai dari donatur, lembaga filantropi, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, hingga mitra strategis lainnya, untuk mendukung program recovery Flores.

Pendekatan yang diusung WIZSTREN sejalan dengan prinsip besar lembaga, yaitu “bukan sekadar membantu untuk bertahan, tetapi membantu masyarakat untuk kembali berdaya.”

Melalui kombinasi skema wakaf produktif, bantuan sosial, penguatan ekonomi kerakyatan, penyediaan air bersih, dan pendidikan vokasi, WIZSTREN mendorong agar fase recovery di Flores menjadi momentum untuk membangun kembali kehidupan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (mara)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

1 + 1 = ?
Berita Terkait