Anak Muda Jadi Motor Ekonomi Hijau, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Kolaborasi Berbasis Potensi Desa

LAMPUNG SELATAN 08 Sep 2026 14:55 Admin NA
Anak Muda Jadi Motor Ekonomi Hijau, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Kolaborasi Berbasis Potensi Desa

nataragung.id - Kalianda - Kreativitas dan energi kaum muda mulai diarahkan menjadi kekuatan baru untuk mengembangkan potensi ekonomi desa di Kabupaten Lampung Selatan, dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.

Upaya tersebut diperkuat melalui Program Pioneer for a Green Future: Green Income Prospects for Marginalized Youth (Green PRO), yang mendorong terciptanya peluang pendapatan hijau bagi kaum muda, khususnya kelompok yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap peluang ekonomi.

Penguatan program tersebut dibahas dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Review Modul Tahun 2026 Program Green PRO yang digelar Paluma Nusantara bersama para mitra pembangunan, dengan melibatkan unsur pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan kaum muda.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 8-9 September 2026 itu dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, di Aula Rimau Kantor Bappeda Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (8/9/2026).

Sekda Supriyanto, mengatakan pengembangan ekonomi hijau memiliki relevansi kuat dengan arah pembangunan daerah karena dapat membuka ruang bagi kaum muda untuk mengolah potensi desa menjadi aktivitas ekonomi yang produktif sekaligus berkelanjutan.

“Desa memiliki berbagai potensi ekonomi dan sumber daya yang besar. Di sisi lain, kaum muda memiliki kreativitas, energi, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi yang dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan potensi tersebut,” ujar Supriyanto.


Menurutnya, potensi tersebut perlu dipertemukan melalui ruang kolaborasi yang melibatkan pemerintah, pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, kaum muda, serta mitra pembangunan.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengembangan ekonomi hijau tidak berhenti pada gagasan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik masing-masing desa.

Karena itu, Supriyanto menekankan agar RKT dan review modul Green PRO menghasilkan rencana kerja yang aplikatif dan mudah diterapkan di lapangan.

“Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, kaum muda, dan mitra pembangunan harus terus membangun ekosistem kolaborasi yang saling memperkuat,” katanya.

Sejumlah sektor yang menjadi perhatian dalam program tersebut antara lain pemasaran online, budidaya lebah trigona, agro-eduwisata, pengolahan hasil pertanian, energi baru terbarukan, hingga efisiensi energi.

Pengembangannya akan disesuaikan dengan potensi dan karakteristik masing-masing desa sehingga peluang ekonomi yang dibangun dapat lebih relevan dan memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.


Di Kabupaten Lampung Selatan, Program Green PRO dilaksanakan di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, dan Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni.

Kedua desa tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi kaum muda melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal dan prinsip keberlanjutan.

Dalam rangkaian kegiatan RKT dan review modul, para peserta juga melakukan penandatanganan komitmen atau kerja sama sebagai bagian dari penguatan kolaborasi antarpihak dalam mendukung pelaksanaan Program Green PRO.

Supriyanto berharap berbagai masukan yang muncul dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bahan penyempurnaan program, sehingga pengembangan ekonomi hijau tidak hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat dan kekuatan ekonomi masing-masing desa.

Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring yang dapat terus dikembangkan guna memperkuat kemandirian, produktivitas, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat desa. (mara-kmf)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

1 + 4 = ?
Berita Terkait